Sahur Tetap Minum Kopi, Aman atau Tidak? Simak Penjelasannya di Sini!
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) – Tak sedikit orang tetap meminum kopi ketika sahur terutama di bulan Ramadan. Pasalnya, mereka merasa seusai minum kopi, tubuh terasa lebih bertenaga dan tidak mudah mengantuk selama berpuasa. Hal itu adalah karena sensasi segar dari kafein yang memang mampu meningkatkan fokus dan menjaga kewaspadaan.
Namun, harus dipahami bahwa di balik itu ada sejumlah hal yang perlu dicermati agar kebiasaan ini tidak menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi yang memiliki lambung sensitif atau tidak tahan terhadap kafein.
Kopi dikenal luas sebagai minuman yang dapat membantu mengurangi rasa kantuk berkat kandungan kafeinnya. Meski demikian, konsumsi kopi saat sahur tidak selalu memberikan dampak yang sama pada setiap orang. Ada yang merasa baik-baik saja, tetapi tidak sedikit pula yang mengalami keluhan seperti perut terasa perih, mual, atau jantung berdebar, khususnya bagi mereka yang peka terhadap zat stimulan tersebut.
Dalam beberapa kasus, kopi dapat merangsang produksi asam lambung secara berlebihan. Kondisi ini berpotensi memicu nyeri ulu hati, terutama jika diminum saat perut kosong atau pada individu dengan riwayat gangguan lambung seperti maag dan GERD. Selain itu, efek diuretik ringan dari kopi dapat membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan sehingga rasa haus muncul lebih awal apabila tidak diimbangi dengan asupan air putih yang cukup.
Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan konsumsi kopi dengan kondisi tubuh masing-masing. Jika setelah minum kopi saat sahur muncul keluhan tertentu, sebaiknya kurangi atau hentikan kebiasaan tersebut agar ibadah puasa tetap berjalan nyaman.


















