Awas! Minum Air dari Botol Plastik Bisa Meningkatkan Tekanan Darah
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) – Jika hingga saat ini masih sering minum dari botol air plastik, maka sudah saatnya mempertimbangkan kembali penggunaan botol air plastik tersebut mengingat dampak plastik terhadap kesehatan manusia telah lama menjadi perhatian.
Sebuah penelitian terbaru menambah alasan baru yang kuat untuk melakukan perubahan atas penggunaan botol air plastik. Studi baru menemukan bahwa minum dari botol plastik dapat menyebabkan mikroplastik memasuki aliran darah, yang berpotensi menyebabkan peningkatan tekanan darah.
Dilansir dari laman Medical Daily, Rabu (7/8/2024), para peneliti dari Departemen Kedokteran di Danube Private University di Austria meneliti dampak dari "diet sebagian plastik" terhadap tekanan darah pada sekelompok kecil peserta dan menemukan bahwa menghindari penggunaan plastik selama dua minggu saja dapat membantu menurunkan tekanan darah.
Dalam studi tersebut, peneliti meminta delapan orang dewasa yang sehat untuk berhenti minum minuman kemasan dan tetap mengonsumsi air keran selama 28 hingga 30 hari. Para peneliti mengukur tekanan darah mereka sebelum penelitian, setelah 14 hari, dan setelah 28 hingga 30 hari.
Wanita menunjukkan perubahan signifikan pada tekanan darah sistolik di lengan kanannya setelah 2 dan 4 minggu, sedangkan lengan kiri tidak menunjukkan perubahan signifikan. Pada pria, pengukuran tekanan darah pada kedua lengan tidak menunjukkan perubahan signifikan karena variabilitas yang tinggi pada partisipan.
Namun, setelah dua minggu, ada perubahan penting pada tekanan darah diastolik pada semua peserta di kedua kelompok.

















