Menjelang Valentine, Nikmati Steak dan Lobster Lezat Favorit Selebriti
Sali Pawiatan
JAKARTA, (ERAKINI) - Menjelang Valentine, beberapa restoran menyiapkan menu istimewanya. Salah satunya yakni restoran Ruth’s Chris Steak House. Dimulai dengan Charbroiled Oysters sebagai hidangan pembuka. Dilanjutkan, Tender Filet yang dipadukan dengan Premium Lobster Tail sebagai hidangan utama, dan ditutup dengan Rich Chocolate Creme Brulee sebagai pencuci mulut.
Terinspirasi oleh cita rasa lokal New Orleans, yang terkenal dengan hidangan seafood yang penuh warna, menu ini menggabungkan U.S.D.A. Prime beef khas Ruth’s Chris (kurang dari 2% dari total daging sapi di pasar), menciptakan pengalaman surf-and-turf yang lezat dan pastinya akan memanjakan lidah.
Kieran Galway, Regional Director of Ruth’s Chris Steak House (Hong Kong, Singapore, Indonesia, and the Philippines), menyampaikan, '”Hari Valentine kali ini, kami sangat antusias untuk menawarkan sesuatu yang baru namun tetap memperhatikan ciri khas pendiri kami, Ruth Fertel, yang selalu mengedepankan kehangatan dan pelayanan yang personal. Kami ingin setiap orang yang mengunjungi Ruth’s Chris Jakarta merasakan cita rasa rumah yang telah menjadi ciri khas Ruth’s Chris Steak House,’’ jelasnya.
Didirikan oleh Ruth Fertel pada tahun 1965 di New Orleans, Louisiana, Ruth’s Chris Steak House lahir setelah kebakaran yang menghancurkan restoran pertama. Ruth kemudian mengubah nama restoran menjadi Ruth’s Chris Steak House, yang kemudian dikenal luas. Ruth’s Chris secara eksklusif memilih daging sapi U.S.D.A. Prime, yang hanya mencakup kurang dari 2% daging sapi yang tersedia di pasar.
Berbeda dengan steak yang diawetkan secara kering (dry-aged), Ruth’s Chris menggunakan proses wet aging (21 hingga 28 hari) untuk mengembangkan rasa yang lebih halus, hanya dibumbui dengan garam dan merica. Daging sapi kemudian dimasak menggunakan teknik yang telah dipatenkan pada suhu 982°F (528°C) dan ditempatkan di atas piring keramik bersuhu 260°C, menciptakan "suara " dan disajikan panas dengan mentega, menjadi ciri Ruth’s Chris.

















