Mantan Menteri BUMN 2014-2019 Rini Soemarno (Foto: Info Bank)
JAKARTA, (ERAKINI) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) periode 2014-2019 Rini Soemarno pada Senin (10/2/2025). Rini diperiksa terkait dugaan korupsi di PT Perusahaan Gas Negara tbk ().
"Betul (Eks Menteri BUMNRini Soemarno diperiksa KPK terkait korupsi PT PGN)," ujar Jubir KPK, Tessa Mahardika saat dikonfirmasi, Senin (10/2/2025).
Pantauan wartawan di gedung KPK, Rini Soemarno pun tampak keluar dari gedung KPK di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, pukul 15.17 WIB. Rini mengaku diperiksa terkait posisi direktur utama (Dirut) yang ditunjuk saat dirinya menjabat sebagai Menteri BUMN waktu itu.
Dilansir dari berbagai sumber pada Senin (10/2/2025), Rini Mariani Soemarno, yang lahir pada 9 Juni 1958 di Maryland, Amerika Serikat. Rini dikenal sebagai seorang ekonom dan birokrat yang berperan penting dalam membangun ekonomi nasional.
Ia menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia dalam Kabinet Kerja di bawah Presiden Joko Widodo, dari 27 Oktober 2014 hingga 20 Oktober 2019.
Sebelumnya, Rini pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan Indonesia pada Kabinet Gotong Royong di bawah Presiden Megawati Soekarnoputri antara 2001 hingga 2004.
Rini berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang di dunia keuangan. Ayahnya, Soemarno, adalah Gubernur Bank Indonesia sekaligus Menteri Keuangan pada masa Kabinet Kerja III (1960–1962). Rini menempuh pendidikan di Wellesley College, Massachusetts, Amerika Serikat, dan lulus pada 1981 dengan gelar Sarjana Ekonomi. Pendidikan internasional ini membentuk kariernya di sektor keuangan dan bisnis.
Karier Profesional
Rini memulai kariernya pada tahun 1982 dengan bekerja di Citibank Jakarta. Selama bertahun-tahun, ia berhasil meraih posisi Vice President di Divisi Corporate Banking, Marketing, dan Training. Pada 1989, ia bergabung dengan PT Astra Internasional dan menjadi Direktur Keuangan hingga 1998. Selama krisis ekonomi 1998, Rini memainkan peran krusial dalam menyelamatkan Astra Internasional dari kebangkrutan dengan merestrukturisasi utang perusahaan.
Di dunia pemerintahan, Rini memulai karier birokrasi pada 1998 dengan menjadi Asisten Menteri Keuangan dan Wakil Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Namun, ia kembali ke Astra Internasional setelah pengunduran dirinya dari kedua posisi tersebut.
Politik dan Kedekatan dengan Megawati Soekarnoputri
Rini Soemarno dikenal dekat dengan Presiden Megawati Soekarnoputri, yang menjadi salah satu faktor penting dalam karier politiknya. Meskipun tidak terafiliasi dengan partai politik manapun, hubungan dekatnya dengan Megawati membuatnya dilibatkan dalam pemerintahan, terutama sebagai Menteri Perdagangan dan Perindustrian, serta kemudian Menteri BUMN.
Pencapaian dan Penghargaan
Selama menjabat Menteri BUMN, Rini dikenal sebagai pencetus pembangunan kereta cepat di Indonesia, sebuah proyek besar yang melibatkan kolaborasi antara Indonesia dan Tiongkok.
Selain itu, ia juga berperan dalam melakukan berbagai efisiensi di BUMN untuk memastikan keberlanjutan dan kemajuan sektor ini.
Rini Soemarno juga menerima berbagai penghargaan atas dedikasinya di dunia bisnis dan pemerintahan, termasuk penghargaan Pemimpin Puncak Terpuji dari Majalah Swa Sembada pada 1995.
Dengan pengalaman luas di sektor swasta dan publik, Rini Soemarno telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan ekonomi dan industri Indonesia.