Magdalena Asmara, anak buruh bangunan di Kota Solo ini patut diacungi jempol. Ia berhasil lulus UNS dengan IPK cumlaude dan langsung diterima kerja di BI. Foto: Humas UNS
JAKARTA, (ERAKINI) - Setiap orang tua pasti mendambakan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Terlebih sang anak bisa meraih prestasi di bangku kuliah dan lulus langsung diterima bekerja di instansi pemerintah bergengsi.
Harapan itulah yang diwujudkan Magdalena Asmara, seorang anak buruh bangunan di Kota Solo, Jawa Tengah. Magdalena berhasil lulus dari di Universitas Sebelas Maret () dengan predikat .
Magdalena yang diwisuda pada 24 Februari 2024 lalu berhasil lulus dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,98 atau cumlaude. Berkat prestasinya itu, Magdalena langsung diterima bekerja di Bank Indonesia (BI). Mulai 1 Maret besok, Magdalena akan bekerja di Bank Sentral tersebut.
Perjuangan Magdalena untuk menjadi mahasiswa Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS, tidak lah mudah. Apalagi ia berasal dari kelurga kurang mampu.
“Kebetulan bapak saya buruh bangunan, saat itu beliau sedang bekerja di kawasan UNS. Bapak pas melihat Gedung FEB memiliki keinginan kalau anaknya kelak dapat kuliah di gedung tersebut," ujar Magdalen yang menjadi wakil mahasiswa untuk memberikan sambutan dalam Wisuda UNS Periode 2 Tahun 2024 pada Sabtu, 24 Februari 2024 lalu, dikutip dari laman resmi UNS, Kamis (29/2/2024).
"Akhirnya Tuhan menjawab doa tersebut, saya diterima pada Prodi Ekonomi Pembangunan FEB melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan mendapatkan beasiswa KIP K. Lalu saya mengikuti wisuda pada 24 Februari kemarin,” lanjutnya.
Magdalena merupakan mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan FEB angkatan tahun 2020. Hanya butuh waktu 3 tahun 6 bulan, Magdalena dapat menyelesaikan studinya tersebut.
“Saya bersyukur memiliki teman-teman yang baik. Pada waktu itu saya tidak memiliki laptop, teman-teman rela untuk meminjami hingga saya bisa beli laptop sendiri,” kenangnya.
Selama menjalani perkuliahan di FEB UNS, Magdalena aktif berorganisasi. Ia bergabung di Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) pada Prodi Ekonomi Pembangunan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB, Semar Preneur, Helpdesk FEB UNS.
Pada semester 6, ia mengikuti Program Kampus Merdeka Bank Indonesia (KMBI) Batch 6. Pada semester 7, Magdalena menyadari semakin bertambahnya usia orang tuanya dan bertekad bisa lulus secepatnya. Sebab, sang ayah tidak berharap apa-apa dari Mangdalena, selain melihat sang putri lulus sarjana.
"Satu hal yang dari dulu ingin dilihat bapak adalah ‘anakku lulus jadi sarjana’. Tuhan tidak main-main, Tuhan genapi semua, bahkan lebih indah dari apa yang aku minta. Walaupun banyak keterbatasan yang mungkin bisa menghambat, tapi aku yakin dan percaya aku punya Tuhan yang hebat. Dia yang selalu melihat indah hidupku, lebih dari apa yang aku doakan," katanya.
Magdalena patut diacungi jempol. Ia telah membuktikan kondisi ekonomi keluarga tidak menghalangi untuk melanjutkan impian hingga bisa memperoleh gelar sarjana.
"Buat teman-teman yang sedang berjuang dan mungkin buat yang baru pengin memulai, jangan takut. Rencana Tuhan indah pada waktunya,” pungkasnya.