Ilustrasi - Sedentary Lifestye adalah gaya hidup seseorang yang kurang aktif bergerak atau kurang melakukan aktivitas fisik. (Foto: Pixabay)
JAKARTA, (ERAKINI) - Pernah mendengar tentang Sedentary Lifestyle? Gaya hidup seseorang yang kurang aktif bergerak atau kurang melakukan aktivitas fisik, begitulah yang disebut Sedentary Lifestyle.
Gaya hidup ini tidak sehat karena bisa mengundang banyak bahaya bagi kesehatan. Orang yang menjalani Sedentary Lifestyle biasanya lebih banyak menghabiskan waktunya untuk duduk atau berbaring dan minim berolahraga, atau bahkan tidak pernah.
Adapun pekerja yang menjalani Sedentary Lifestyle yang tidak disadari adalah seperti pekerja kantoran. Para pekerja menghabiskan sebagian besar waktunya di meja kerja.
Sedentary Lifestyle tentu bagi kesehatan. Berikut efek Sedentary Lifestyle bagi kesehatan dilansir dari laman Alodokter!
1. Meningkatkan Risiko Terkena Penyakit Jantung
Sedentary Lifestyle akan berdampak buruk bagi kesehatan, salah satunya adalah meningkatkan risiko terkena penyakit jantung. Sebab, aktivitas tubuh yang kurang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan kolesterol dalam tubuh.
Saat tekanan darah meningkat, pembuluh arteri yang memasok darah ke jantung dapat menyempit atau rusak. Sehingga, hal ini memicu terjadinya penyakit jantung. Selain itu, tingginya kadar kolesterol dalam tubuh bisa menyebabkan penyempitan atau pengerasan pembuluh darah atau aterosklerosis, yang juga berkontribusi terhadap penyakit jantung.
2. Menurunkan Imunitas Tubuh
Sedentary Lifestyle bisa berefek pasa turunnya imunitas tubuh. Seseorang yang melakukan Sedentary Lifestyle kemungkinan besar akan memiliki imunitas tubuh yang lemah, terlebih apabila gaya hidup ini dilakukan dalam jangka waktu yang lama.
Menurut penelitian, tidak aktif bergerak selama berminggu-minggu dan berbulan-bulan dapat menyebabkan sistem imunitas tubuh menurun. Hal ini menyebabkan orang yang kurang aktif bergerak rentan untuk terkena infeksi dan penyakit.
3. Menyebabkan Obesitas
Pelaku Sedentary Lifestyle cenderung kurang aktif bergerak, sehingga jumlah kalori yang dibakar oleh tubuh pun sedikit. Lemak dalam tubuh juga bisa menumpuk sehingga berat badan pelaku gaya hidup ini akan mudah naik. Kondisi ini lambat laun dapat memicu terjadinya obesitas.
Menurut penelitian disebutkan bahwa terbiasa duduk selama 8 jam atau lebih setiap hari mampu meningkatkan risiko terkena obesitas.
4. Meningkatkan Risiko Terkena Gangguan Mental Sedentary Lifestyle selain berdampak pada kesehatan fisik juga bisa membuat pelakunya rentan untuk mengalami gangguan mental, seperti depresi dan gangguan kecemasan.
5. Meningkatkan Risiko Terkena Diabetes Tipe 2
Pelaku Sedentary Lifestyle rentan terkena diabetes tipe 2, bahkan, dapat meningkat sampai 112%. Sebab, kurangnya melakukan aktivitas fisik dapat memicu terjadinya resistensi insulin. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penumpukan gula di dalam darah yang pada akhirnya dapat menyebabkan diabetes tipe 2.
Catatan: Sedentary Lifestyle bisa menyebabkan berbagai macam penyakit, yang secara tidak disadari bisa meningkatkan risiko terjadinya kematian dini. Apabila selama ini Anda malas beraktivitas, ubahlah gaya hidup ini secepat mungkin supaya kesehatan menjadi lebih terjaga.