Dengan menata barang bawaan sedemikian rupa, akan membuat perjalanan mudik aman dan nyaman. Foto: Ilustrasi/Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Momen mudik Lebaran sudah di depan mata. Salah satu hal yang sering diabaikan tetapi membuat ribet bahkan stres adalah barang bawaan.
Namanya mudik Lebaran alias pulang kampung, memang pasti ingin membawa banyak barang. Selain untuk keperluan pribadi seperti pakaian, juga oleh-oleh untuk sanak saudara di kampung halaman. Jadi, bisa dibayangkan seberapa banyak tas yang harus dibawa.
Tapi ingat, mudik adalah perjalanan panjang. Terlalu banyak membawa barang bawaan saat mudik pasti membuat repot. Tidak hanya bagi yang mudik menggunakan angkutan umum, pemudik dengan kendaraan pribadi juga banyak yang mengalami overpacking.
Untuk itu, bagi yang ingin mudik Lebaran tahun ini, pastikan tidak hanya fokus berburu tiket tetapi jauh-jauh hari membuat daftar barang bawaan. Selanjutnya pahami bagaimana mengemas barang bawaan tersebut agar efisien dan mudah untuk dibawa mudik.
Dengan menata barang bawaan sedemikian rupa, akan membuat perjalanan mudik aman dan nyaman. Berikut beberapa panduan dan tips yang bisa dijadikan panduan untuk packing barang agar mudik efisien serta bebas ribet:
1. Pastikan semua barang bawaan tidak ada yang tertinggal
Proses packing harus dilakukan dengan benar untuk memastikan semua bawaan sudah masuk ke dalam koper ataupun tas.
2. Perhatikan kapasitas tas atau koper
Jika ditata dengan cermat, meskipun bawaan banyak dijamin muat dalam satu koper atau dengan tambahan tas berukuran kecil saja.
3. Barang bawaan tersusun dengan rapi
Dengan menyusun rapi barang bawaan maka ketika sampai di kampung halaman akan memudahkan proses unpacking atau membongkar bawaan untuk digunakan sesuai dengan kebutuhan.
4. Pastikan koper atau tas yang dibawa terkunci
Ada harus memastikan koper atau tas terkunci dengan baik sehingga tidak ada risiko terbuka di tengah perjalanan karena kelebihan muatan.
4. Barang ditata sesuai prioritas
Untuk memudahkan mencari barang bawaan yang dibutuhkan, perlu ditata dengan rapi dan dikategorikan sesuai prioritas, sehingga ketika diambil salah satunya tidak merusak hasil penataan bawaan lainnya. Pakaian juga akan tetap rapi ketika Anda mengambil salah satu barang di tengah perjalanan.
5. Jangan membawa banyak tentengan
Untuk membuat perjalanan lebih nyaman, tidak perlu menenteng banyak bawaan lantaran bisa ditempatkan pada satu atau dua tas bawaan saja.
Bagi Anda yang selama ini suka asal-asalan dalam menata barang bawaan untuk mudik Lebaran, ada baiknya memperhatikan dan mempraktikkan beberapa tips packingbarang untuk mudik Lebaran berikut:
1. Menggulung pakaian
Umumnya orang akan memilih melipat semua pakaian yang hendak dibawa. Namun, cara klasik semacam ini ternyata kurang efisien. Sebab melipat pakaian justru membuat ruang di dalam koper menjadi lebih boros. Alhasil kapasitasnya tidak maksimal.
Supaya koper muat lebih banyak, sebaiknya menggulung semua pakaian yang akan dibawa. Lewat cara ini ukuran pakaian yang dibawa akan menyusut yang otomatis menghemat ruang di dalam koper.
Akan lebih praktis lagi jika pakaian yang dibawa sudah dipasang-pasangkan, yakni antara atasan dan bawahan. Ditambah pakaian dalam dan juga hijab bagi yang kebetulan berhijab. Ketika satu set pakaian digulung bersamaan maka nantinya bisa menghemat waktu ketika mengambilnya.
2. Hitung jumlah pakaian
Sebaiknya menghitung berapa lama mudik dilakukan, yakni dari perjalanan PP sampai berdiam di kampung halaman. Dari situ bisa menghitung jumlah baju yang sebaiknya dibawa agar sesuai dengan kebutuhan.
Bisa mempertimbangkan mencuci pakaian yang sudah dipakai selama di kampung halaman sehingga tidak perlu lagi membawa banyak pakaian yang malah membuat tas atau koper penuh sesak. Cukup tiga sampai empat pasang pakaian untuk dipakai berganti-ganti, cuci setelah kering dipakai kembali.
Membawa pakaian ekstra sah saja untuk dilakukan, namun pastikan tidak berlebihan. Satu stel baju dirasa sudah cukup. Pakaian ekstra ini bisa dipakai jika ternyata baju yang dibawa tidak kering tepat waktu, misal karena cuaca seharian mendung atau hujan. Bisa juga dipakai ketika kondisi tidak memungkinkan untuk mencuci baju, misal karena terlalu sibuk jalan-jalan atau silaturahmi.
3. Kebutuhan esensial
Kebutuhan esensial juga wajib dibawa selama mudik ke kampung halaman, sebab sewaktu-waktu bisa diperlukan. Contoh kebutuhan esensial ini seperti charger handphone, obat-obatan pribadi, atau mungkin sabun pembersih buat wanita. Semua kebutuhan ini dijamin dibutuhkan sepanjang perjalanan mudik sekaligus setibanya di destinasi mudik.
Maka itu, dalam proses packing barang untuk mudik dianjurkan memisahkan kebutuhan esensial ini di tas khusus, seperti tas jinjing. Opsional lainnya adalah ditempatkan di bagian paling atas baik di kopor maupun tas ransel. Tujuannya agar mudah diambil ketika dibutuhkan tanpa harus membongkar tas bawaan di tengah perjalanan.
4. Tas lipat untuk berjaga-jaga
Sebenarnya barang bawaan yang wajib dibawa mudik tidak melulu barang pribadi dan buah tangan untuk keluarga di kampung. Namun juga kebutuhan untuk perjalanan balik ke tempat perantauan. Maka penting untuk memasukkan tas lipat ke dalam daftar bawaan wajib. Tas ini nantinya bisa difungsikan sebagai wadah untuk oleh-oleh dari kampung halaman.
Pilihlah tas lipat yang bisa dilipat menjadi ukuran super kecil agar ketika dimasukkan ke tas atau koper tidak boros tempat. Material dari tas lipat ini umumnya adalah parasut yang anti air dan ketika dilipat bisa sangat ringkas sekaligus mudah. Tas lipat semacam ini sangat mudah untuk didapatkan, salah satunya di minimarket.
5. Membawa bawaan yang multifungsi
Solusi terbaik untuk yang kopernya kelebihan muatan adalah memprioritaskan barang multifungsi. Sehingga cukup membawa satu barang maka beragam kebutuhan bisa dilakukan dengan barang tersebut. Hasilnya, kegiatan yang direncanakan bisa direalisasikan dan tidak khawatir koper kelebihan muatan.
Terdapat banyak barang multifungsi yang bisa dijadikan pilihan untuk dibawa, misalnya saja smartphone. Satu smartphone dengan ukuran minimalis bisa dipakai untuk mengabadikan momen lewat fitur fotografia. Artinya, tidak perlu bersusah-payah membawa kamera DSLR yang berat dan bongsor. Langkah ini juga dijamin menghemat ruang di dalam koper dan membuatnya lebih ringan.
Contoh lainnya adalah memilih membawa handuk muka ketimbang handuk ukuran besar. Sebab bisa digulung lebih kecil sehingga tidak memakan tempat.
6. Kategorikan barang bawaan
Pastikan untuk mengkategorikan semua barang bawaan supaya proses packing barang lebih praktis dan efisien. Kategorikan barang dari jenis pakaian, perlengkapan mandi, sampai elektronik.
Tata di dalam tas atau koper sesuai dengan kategorinya dan pastikan disusun sesuai prioritas. Misalnya, menempatkan barang esensial di paling atas. Sebaliknya, untuk barang yang hanya dipakai setibanya di destinasi mudik wajib ditempatkan di bagian paling bawah.
Khusus untuk elektronik dianjurkan ditempatkan di tengah, supaya terlindung dari benturan. Kecuali membawa tas khusus untuk menampung barang elektronik tersebut. Sebagai contoh ketika membawa laptop, perangkat ini perlu dipastikan terlindungi agar tidak rusak selama dalam perjalanan mudik.
7. Bekal makanan/camilan
Sebenarnya saat mudik masih dalam masa menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Hanya, bagi yang kebetulan perempuan dan sedang berhalangan otomatis perlu membawa bekal konsumsi. Begitupun untuk yang menempuh perjalanan mudik lumayan jauh maka diperbolehkan untuk berbuka di tengah perjalanan.
Sebaiknya membawa kebutuhan konsumsi namun dalam jumlah yang tepat agar tidak merusak kenyamanan perjalanan. Idealnya dalam packing barang untuk mudik kebutuhan satu ini ditempatkan pada tas khusus yang mudah diambil juga. Opsional praktis lainnya adalah memilih membeli kebutuhan konsumsi di perjalanan.