Search

Olahraga Ringan bagi Lansia yang Sedang Berpuasa: Aman, Simpel, Sehat!

JAKARTA, (ERAKINI) - Puasa sering kali dianggap sebagai alasan untuk mengurangi aktivitas fisik, terutama karena tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman seperti biasa. Akibatnya, banyak orang memilih untuk lebih banyak beristirahat dan menghindari gerakan yang dianggap dapat menguras energi. Padahal, anggapan ini tidak sepenuhnya tepat, khususnya bagi lanjut usia (lansia).

Bagi lansia, tubuh yang jarang digerakkan justru berisiko mengalami penurunan fungsi yang lebih cepat. Otot-otot dapat menjadi kaku dan melemah, sementara persendian kehilangan kelenturannya. Jika kondisi ini dibiarkan, aktivitas sehari-hari seperti berjalan, berdiri, atau bahkan bangun dari tempat duduk bisa menjadi semakin sulit dilakukan.

Meski demikian, olahraga untuk lansia yang berpuasa memang tidak boleh dilakukan secara berlebihan. Aktivitas fisik yang tepat dan terukur justru dapat menjadi salah satu cara merawat kesehatan orang tua agar tetap bugar selama menjalankan ibadah puasa.

Aktivitas fisik tetap disarankan bagi lansia untuk menjaga metabolisme tubuh tetap optimal. Selain itu, gerakan sederhana seperti peregangan otot dapat membantu melancarkan peredaran darah.

Selama berpuasa, lansia dianjurkan memilih olahraga ringan yang tidak membutuhkan banyak gerakan sulit. Alternatifnya, lansia dapat melakukan gerakan peregangan (stretching) sederhana di rumah.

Beberapa gerakan yang bisa dilakukan antara lain:

  • Latihan pernapasan untuk membantu relaksasi tubuh.
  • Peregangan leher dengan memutar kepala secara perlahan.
  • Peregangan tangan dengan mengangkat dan merentangkan lengan secara perlahan.
  • Peregangan kaki dengan mengangkat kaki satu per satu, baik sambil duduk maupun berdiri sesuai kemampuan fisik.
  • Gerakan-gerakan tersebut relatif aman dilakukan dan membantu menjaga kelenturan tubuh selama puasa.

Jalan Kaki dan Yoga Jadi Pilihan

Selain peregangan ringan, olahraga yang direkomendasikan bagi lansia saat berpuasa adalah berjalan kaki dan yoga. Kedua jenis aktivitas ini tergolong ringan dan dapat disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing individu.

Namun, durasi olahraga perlu diatur dengan bijak. Lansia disarankan segera berhenti apabila mulai merasa letih, haus, pusing, atau lemas.

Waktu terbaik untuk berolahraga adalah pada sore hari menjelang berbuka atau setelah berbuka puasa. Dengan demikian, risiko dehidrasi dapat diminimalkan karena lansia bisa segera mendapatkan asupan cairan bila dibutuhkan.

Setelah berolahraga, penting memastikan kebutuhan cairan terpenuhi agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Perhatikan Asupan Nutrisi

Selain aktivitas fisik, pemenuhan nutrisi juga menjadi faktor penting agar lansia tetap sehat selama puasa. Asupan makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka dapat membantu menjaga energi sepanjang hari.

Informasi seputar nutrisi dan gaya hidup aktif bagi lansia juga dapat diakses melalui laman resmi Nestlé Health Science, yang membagikan berbagai artikel kesehatan terkait kebutuhan nutrisi di usia lanjut.

Demikian informasi olahraga bagi lansia yang aman, nyaman dan menyehatkan. Yuk dicoba.