Satu hal yang pasti sangat mengganggu ketika menghadapi kemacetan di tol adalah kebelet buang air kecil maupun buang air besar (BAB). Foto: Ilustrasi/Antara/Dok
JAKARTA, (ERAKINI) - Puncak arus mudik Lebaran 2024 diprediksi dimulai Sabtu (6/4/2024). Saat mudik Lebaran, satu hal yang pasti sangat mengganggu ketika menghadapi kemacetan di tol adalah kebelet kencing maupun buang air besar (BAB).
Ruas tol Trans Jawa maupun Trans Sumatera memang umumnya sudah memiliki rest area. Akan tetapi, rest area terkadang tidak banyak membantu karena antrean panjang pemudik. Belum lagi ketika melintas ruas tol yang tidak memiliki rest area, seperti Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ) yang memiliki panjang sekitar 36 km.
Oleh karena itu, menahan kencing atau BAB terpaksa harus dilakukan jika terjebak kemacetan. Menahan kencing dan BAB dari sisi kesehatan memang tidak dianjurkan. Menahan BAB bisa berdampak negatif pada kesehatan pencernaan, seperti meningkatkan risiko sembelit.
Akan tetapi, dilansir dari healthadel.com, manusia sebenarnya diperbolehkan untuk menahan kencing sesekali dengan beberapa persyaratan. Dengan menahan kencing secara tidak langsung dapat mengontrol otot-otot di saluran kemih menjadi lebih baik.
Lantas, bagaimana cara agar tidak kebelet kencing saat terjebak kemacetan parah pada arus mudik maupun arus balik Lebaran 2024? Sebaiknya hindari minum minuman manis atau yang mengandung gula. Dianjurkan untuk minum air putih yang jauh lebih sehat. Sebab, selama perjalanan hanya melakukan aktivitas ringan seperti duduk dan tidur.
Normalnya kandung kemih orang dewasa yang sehat dapat menampung hingga 16 ons atau setara dengan 2 cangkir urine. Sedangkan pada anak-anak di bawah 2 tahun hanya dapat menampung 4 ons atau setengah cangkir urine. Berikut beberapa tips menahan pipis ketika dalam perjalanan mudik:
1. Singkirkan Minuman
Anda bisa menahan kencing saat perjalanan mudik dengan menjauhkan minuman. Sebab, bahkan dengan mendengar suara air yang bergerak di botol minum bisa membuat semakin ingin buang air kecil.
2. Duduk Menyilangkan Kaki
Saat duduk Anda dapat menyilangkan kaki agar terjadi tekanan pada kandung kemih. Begitupun saat berdiri dan dalam posisi diam atau saat sedang antre di toilet, silangkan kakimagar terjadi tekanan balik pada kandung kemih.
Posisi duduk dengan badan yang agak condong ke depan juga bisa mengurangi tekanan pada perut dan kandung kemih.
3. Tetap Rileks
Rasa ingin kencing ternyata juga dapat terjadi akibat stres. Untuk itu, selama menghadapi kemacetan yakinkan diri sedang tidak ingin kencing. Dan jangan minum lagi selama kebelet.
4. Buat Tubuh Tetap Hangat
Salah satu pemicu seseorang ingin buang air kecil adalah suhu dingin, khususnya pada kaki dan panggul. Untuk itu, Anda harus menjaga tubuh tetap hangat, misalnya dengan menggunakan selimut.
5. Mengalihkan Pikiran
Cara ini terbukti sangat ampuh untuk menahan pipis dalam waktu cukup lama. Anda dapat melakukan hal lain yang intinya pikiran lupa akan perasaan ingin buang air kecil.
Seperti bermain games di smartphone khususnya untuk permainan yang melibatkan otak, dengarkan musik favorit, membaca buku, bermain media sosial, atau perbanyak ngobrol. Ketika mengobrol dengan topik pembicaraan yang menarik, itu sudah bisa mengalihkan pikiran kamu dari keinginan buang air kecil.
6. Kurangi Bergerak
Tetaplah duduk dan jangan mengubah posisi secara mendadak. Kurangi juga gerakan yang tidak perlu, sebab kontraksi otot perut bisa menekan kandung kemih yang sedang penuh.
Selain kebelet pipis, tentu yang paling dipusingkan adalah ketika ingin BAB. Lantas, bagaimana sih cara menahan BAB saat situasi dalam perjalanan. Dilansir dari laman Halodoc, Anda bisa melakukan beberapa langkah di bawah ini untuk membantu menahan BAB sampai mendapatkan kondisi dan toilet yang memadai:
1. Batasi Kafein
Kafein adalah stimulan yang ditemukan dalam teh dan kopi. Kandungan tersebut dapat mengiritasi perut dan bisa langsung menyebabkan sakit perut pada sebagian penggunanya. Bukan hanya sakit perut, kafein yang terkandung di dalam kopi juga bisa memicu masalah pencernaan lainnya.
2. Jangan Mengejan
Mengejan merupakan salah satu mekanisme yang membantu mendorong feses keluar dari anus dan rektum. Proses ini disebut sebagai refleks defekasi, dimana terjadi kontraksi otot-otot di sekitar panggul, termasuk sfingter anus.
3. Mengencangkan Otot Pantat
Cara menahan BAB lainnya adalah dengan mengencangkan otot pantat atau otot dasar panggul (pubococcygeus). Hal ini dapat menurunkan keinginan untuk BAB. Sebab, otot ini berkaitan dengan fungsi otot-otot di sekitarnya, termasuk sfingter anus.
4. Berbaring
Cobalah berbaring karena ini bukanlah posisi untuk buang air besar. Cara ini dapat membantu ‘menipu’ tubuh dan menghilangkan keinginan untuk buang air besar. Jika tidak memungkinkan untuk merebahkan diri, Anda bisa keluar mobil sejenak dan berdiri sembari berjalan-jalan kecil.
5. Hindari Makanan Pedas
Cara menahan BAB selanjutnya adalah dengan menghindari makanan. Cabai rawit di dalam makanan pedas mengandung capsaicin, yaitu bahan kimia yang menyebabkan sensasi panas atau terbakar. Kandungan ini bisa mengiritasi bagian sensitif tubuh, termasuk perut, sehingga dapat meningkatkan hasrat ingin BAB.
Itulah beberapa tips sederhana yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebelet kencing dan BAB saat dalam perjalanan mudik Lebaran. Semoga membantu.