Suka Ngemil di Tengah Malam? Awas, Ini 7 Bahaya yang Mengintai Kesehatan Tubuh!
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) – Rasa lapar yang muncul di tengah malam sering kali membuat banyak orang tergoda untuk mencari camilan sebelum tidur. Meski terlihat sepele dan mampu mengganjal perut sementara, kebiasaan ngemil malam ternyata dapat membawa berbagai dampak buruk bagi kesehatan, terutama jika makanan yang dikonsumsi tinggi kalori, tinggi gula, atau minim nutrisi.
Melansir Halodoc, para ahli kesehatan menyebutkan bahwa makan atau ngemil menjelang waktu tidur dapat mengganggu berbagai fungsi tubuh, mulai dari metabolisme hingga kualitas istirahat. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini bahkan berpotensi meningkatkan risiko sejumlah penyakit serius.
Berikut beberapa bahaya yang perlu diwaspadai dari kebiasaan ngemil di malam hari, dirangkum Erakini, Senin (13/7/2026)!
1. Memicu Kenaikan Berat Badan
Saat tidur, aktivitas fisik tubuh menurun sehingga proses pembakaran kalori berlangsung lebih lambat dibandingkan siang hari. Kalori dari makanan yang dikonsumsi sebelum tidur cenderung tidak digunakan sebagai energi dan lebih banyak disimpan dalam bentuk lemak. Akibatnya, kebiasaan ngemil malam secara rutin dapat meningkatkan penumpukan lemak tubuh dan memicu kenaikan berat badan.
2. Meningkatkan Risiko Diabetes Melitus
Penelitian dari Perelman School of Medicine, University of Pennsylvania, yang dikutip Live Strong, menunjukkan bahwa makan pada malam hari dapat meningkatkan kadar glukosa darah sekaligus memperbesar risiko penambahan berat badan. Penumpukan lemak, terutama di area perut, dapat menyebabkan resistensi insulin. Kondisi ini membuat tubuh kesulitan mengatur kadar gula darah dan meningkatkan risiko terkena diabetes melitus tipe 2.
3. Memicu Asam Lambung Naik (GERD)
Salah satu penyebab utama penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah kebiasaan makan yang langsung diikuti dengan berbaring atau tidur.Ketika lambung masih penuh dan tubuh berada dalam posisi horizontal, asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan sensasi panas di dada, mual, hingga gangguan tidur.


















