Akhir pekan waktunya menjaga kesehatan setelah sepekan disibukkan dengan rutinitas pekerjaan. Cukup dengan berjalan kaki manfaatnya luar biasa. Foto: Ilustrasi/Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Memasuki akhir pekan waktunya untuk menjaga kesehatan setelah sepekan disibukkan dengan rutinitas pekerjaan. Tidak perlu berolahraga berat, cukup dengan berjalan kaki manfaatnya luar biasa.
Dokter jaman Yunani kuno Hippokrates mengatakan, berjalan merupakan obat paling baik. Bahkan, berjalan tanpa henti selama 15-30 menit per hari bisa mengubah penampilan dan membuat tubuh tambah sehat.
Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, Sabtu (27/1/2024), terdapat sejumlah khasiat jitu bagi kesehatan dengan berjalan kaki.
1. Mencegah Penyakit dan Serangan Jantung Berjalan kaki sama efektifnya seperti berlari dalam hal pencegahan penyakit jantung dan stroke. Aktivitas ini membantu mencegah penyakit jantung dengan menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol serta memperlancar sirkulasi darah.
Otot jantung juga membutuhkan aliran darah lebih deras (dari pembuluh koroner yang memberinya makan) agar bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa henti.
Dengan berjalan kaki tergopoh-gopoh akan memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung. Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan otot jantung terjaga untuk bisa tetap cukup berdegup.
2. Perubahan Positif pada Otak Berjalan kaki dapat membantu mencegah pikun, mengurangi risiko Alzheimer, dan memperbaiki kesehatan mental. Berjalan kaki juga mengurangi stres mental dan menjaga kadar endorfin tinggi dalam tubuh.
3. Memperbaiki Penglihatan
Banyak mungkin yang tidak mengetahui jika berjalan kaki dapat memperbaiki kualitas mata. Sebab berjalan kaki bisa membantu memerangi glaukoma, penyakit yang disebabkan cairan terkumpul di bagian depan mata dan meningkatkan tekanan atas syaraf penglihatan.
4. Menambah Volume Paru-Paru Berjalan kaki adalah olah raga aerobik yang dapat meningkatkan jumlah oksigen dalam peredaran darah dan membantu melatih paru-paru, selain menghilangkan racun lain yang harus dibuang. Dengan orang bernafas lebih dalam dan lebih baik, penyakit paru-paru juga bisa diatasi.
5. Menambah Kekuatan Otot
Kekuatan otot juga bisa ditingkatkan sekaligus mengurangi bobot tubuh. Jika seseorang berjalan 10.000 langkah setiap hari, sama dengan berlatih di fitness centre. Apalagi berjalan mendaki.
6. Efek Positif bagi Pankreas
Ternyata berjalan kaki efek positifnya bagi pankreas lebih besar daripada jika orang berlari. Menurut studi, sekelompok orang yang berjalan kaki dalam enam bulan menunjukkan peningkatan daya tahan terhadap glukosa enam kali lipat dibanding mereka yang berlari.
7. Mencegah Diabetes
Kasus diabetes yang dapat diatasi tanpa perlu minum obat bisa dilakukan dengan memilih gerak badan rutin berkala. Selama gula darah bisa terkontrol hanya dengan cara bergerak badan maka obat tidak diperlukan. Itu berarti bahwa berjalan kaki tergopoh-gopoh sama manfaatnya dengan obat antidiabetes.
Dengan membiasakan berjalan kaki sekitar 6 km per jam, waktu tempuh sekitar 50 menit, ternyata dapat menunda atau mencegah berkembangnya diabetes Tipe 2, khususnya bagi yang bertubuh gemuk.
8. Menurunkan Risiko Terkena Stroke
Kendati manfaat berjalan kaki tergopoh-gopoh terhadap stroke pengaruhnya belum senyata terhadap serangan jantung koroner, beberapa studi menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Salah satu studi, berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam seminggu, risiko mereka terserang stroke menurun dua pertiga.
9. Memperkuat Sendi dan Tulang Berjalan kaki secara teratur dapat meningkatkan mobilitas sendi, mencegah menurunnya masa tulang, dan mengurangi risiko keretakan. Arthritis Foundation menyarankan berjalan setiap hari secara moderat sedikitnya 30 menit per hari untuk mengurangi sakit pada sendi, juga kaku dan peradangan.
10. Mencegah Kankek Usus dan Memperbaiki Pencernaan Berjalan kaki 30 menit per hari juga dapat mengurangi risiko kanker usus dan memperbaiki pencernaan. Saat berjalan kaki badan bergerak ikut melancarkan peristaltik usus, sehingga membuat buang air besar lebih tertib. Diketahui, kanker usus disebabkan tertahannya tinja lebih lama di saluran pencernaan.