tengah jadi trending di media sosial. Masyarakat Indonesia ramai-ramai mengubah penampilan 80s melalui kecerdasan buatan Artificial intelligence (AI). Foto: Ilustrasi/Ist
JAKARTA, (ERAKINI) –Gaya tahun 1980-an tengah jadi trending di media sosial. Masyarakat Indonesia ramai-ramai mengubah penampilan 80s melalui kecerdasan buatan Artificial intelligence (AI) lalu meng-upload-nya di jejaring sosial.
Dikutip dari Fashion Gone Rogue, Jumat (11/9/2026), gaya tahun 1980-an memang memiliki ciri khas tersendiri dengan perpaduan gaya busana yang beragam. Era ini dikenal sebagai masa yang penuh keberanian dan ekspresi diri.
Beranjak dari gaya disko tahun 1970-an, perempuan mulai mengadopsi berbagai tren, mulai dari pakaian dengan potongan tegas dan bantalan bahu ikonik hingga revolusi jeans yang dipopulerkan oleh Calvin Klein dan Gloria Vanderbilt.
Dari gaya hip-hop yang penuh percaya diri hingga gaya preppy yang rapi, dari pemberontakan punk rock hingga gaya eklektik new wave, fashion tahun 1980-an merupakan perpaduan berbagai subkultur yang menjadikan pakaian sebagai bagian penting dari budaya populer.
Fashion pada era tersebut sangat dipengaruhi oleh televisi dan film. Serial drama seperti Dynasty memengaruhi gaya busana profesional. Sementara film-film remaja karya John Hughes menginspirasi gaya yang lebih kasual dan muda.
Tren Fashion 1980-an
Princess Diana merupakan salah satu ikon gaya pada era 1980-an. Dalam salah satu penampilannya, ia mengenakan gaun bermotif polkadot yang dipadukan dengan topi senada.
Pertumbuhan ekonomi pada masa tersebut mendorong pendekatan gaya “lebih banyak lebih baik”. Ikon seperti Princess Diana menciptakan tren yang memadukan gaya pribadi dengan pengaruh politik, sementara musisi seperti Pat Benatar, Janet Jackson, dan Madonna menjadikan fashion mereka sebagai bagian dari pernyataan budaya.
Saat ini, fashion perempuan tahun 1980-an masih dirayakan dan kembali populer melalui serial seperti "Stranger Things" serta film seperti "Wonder Woman: 1984". Hal tersebut menunjukkan besarnya pengaruh era 1980-an terhadap fashion modern.
Pakaian Ikonik: Bantalan Bahu
Bantalan bahu mengubah setiap pakaian menjadi simbol kekuatan. Dalam busana tahun 1980-an, bantalan bahu menjadi simbol perubahan budaya dan merupakan bagian penting dari tren power dressing. Gaya ini dikenakan oleh berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga para profesional.
Bantalan bahu menjadi salah satu elemen fashion yang memberikan kesan berwibawa sekaligus feminin. Di luar lingkungan kantor, bantalan bahu juga mengubah siluet tubuh dan membantu perempuan menampilkan kehadiran yang lebih kuat di ruang-ruang yang didominasi laki-laki.
Power Suit: Busana yang Kuat
Power suit menjadi salah satu perubahan besar dalam fashion perempuan. Dengan bahu yang lebar dan potongan yang tegas, pakaian ini membuat perempuan tampil menonjol, terutama di lingkungan kerja yang sebagian besar didominasi laki-laki, seperti ruang eksekutif.
Gaun Lengan Mengembang: Drama Romantis
Gaun dengan lengan mengembang pada era 1980-an menghadirkan kesan dramatis. Lengan yang bervolume membuat pakaian sederhana menjadi lebih mencolok.
Gaya ini populer untuk berbagai kesempatan, mulai dari pesta di taman, pesta prom, hingga pernikahan. Model tersebut merupakan variasi dari leg-of-mutton sleeve, yaitu lengan dengan bagian atas yang besar dan mengembang.
Perubahan Panjang Rok
Gaya rok menunjukkan kecintaan era 1980-an terhadap penampilan yang dramatis. Rok berkerut (ruffle skirt) menghadirkan volume yang playful, sementara rok mini yang kembali populer sering dipadukan dengan legging dan peplum.
Rok pensil memberikan tampilan yang rapi untuk lingkungan profesional. Sementara itu, rok denim hadir dalam berbagai model, mulai dari potongan lurus hingga gaya acid-washed untuk penampilan kasual.
Rok ra-ra, yang terinspirasi dari seragam pemandu sorak, memberikan kesan muda dan energik. Setiap gaya mencerminkan perpaduan antara pemberontakan, keanggunan, dan kreativitas.
Blazer: Gaya Bisnis yang Modis
Blazer tahun 1980-an menjadi salah satu pakaian wajib yang memadukan kesan profesional dengan gaya. Perempuan mengenakan jaket dengan potongan rapi tersebut untuk berbagai kesempatan, mulai dari rapat, kencan minum kopi, konser, hingga aktivitas akhir pekan.
Blazer pada masa itu bukanlah jaket sederhana. Warna-warna berani, kerah berpayet, serta bantalan bahu menjadi ciri khasnya. Jika blazer laki-laki cenderung hadir dalam warna monokrom, perempuan memberikan sentuhan kepribadian pada siluet klasik tersebut.
Jaket Kulit: Gaya Pemberontak
Jaket kulit menjadi salah satu tren pakaian yang menonjol pada era 1980-an dan identik dengan sikap pemberontak.
Jaket kulit hadir dalam berbagai model, baik pendek maupun panjang, dihiasi paku atau dibuat sederhana. Modelnya juga bervariasi dari yang longgar hingga pas badan. Jaket ini dapat dipadukan dengan jeans maupun gaun.
Celana: Beragam Gaya
Celana memainkan peran penting dalam membentuk gaya dan identitas era 1980-an. Mulai dari gaya berani hingga kasual dan nyaman, pilihan celana pada masa tersebut sangat beragam.
Acid-Wash Jeans: Berani dan Muda
Acid-wash jeans* menjadi salah satu gaya denim paling khas pada era 1980-an. Celana ini memiliki tampilan unik dengan pola seperti tie-dye dan warna yang tampak diputihkan.
Gaya tersebut sangat digemari anak muda dan para bintang rock. Bahkan pakaian sederhana dapat terlihat lebih mencolok ketika dipadukan dengan jeans jenis ini.
High-Waist Jeans: Denim Ikonik
Jeans berpinggang tinggi menjadi salah satu pakaian yang sangat populer pada dekade tersebut. Gaya ini, yang juga dikenal sebagai *mom jeans*, kembali populer pada era modern.
Biasanya hadir dalam warna denim terang dan memiliki posisi pinggang hingga sekitar pusar atau lebih tinggi. Jeans ini dapat dipadukan dengan kaus kasual, pakaian rajut berukuran besar, dan berbagai jenis atasan lainnya.
Parachute Pants: Gaya Futuristik
Parachute pants dikenal dengan siluetnya yang berani. Pada era 1980-an, celana ini dianggap futuristik dan menarik perhatian.
Terbuat dari bahan nilon ringan dan dilengkapi kantong beritsleting, celana ini menjadi bagian penting dari gaya hip-hop. Musisi seperti MC Hammer turut memopulerkan gaya tersebut.
Gaya Rambut
Rambut pada era 1980-an identik dengan ukuran besar dan volume yang tinggi. Bagi perempuan, teknik perm digunakan untuk memberikan lebih banyak gelombang, ikal, dan volume pada rambut.
Gaya rambut seperti mullet dan mohawk juga populer di kalangan laki-laki. Warna rambut mulai meninggalkan warna alami, dengan warna biru, merah muda, dan hijau cerah yang semakin populer di kalangan anak muda. Bintang seperti Cyndi Lauper turut memopulerkan warna rambut neon.
Selain itu, terdapat gaya Jheri curl, yaitu gaya rambut populer di kalangan masyarakat kulit hitam yang memberikan bentuk ikal yang lebih terdefinisi sekaligus mempertahankan volume rambut.