JAKARTA, (ERAKINI) – Hari Raya Idulfitri selalu menjadi momen yang paling dinantikan umat Muslim di seluruh dunia. Selain identik dengan tradisi saling memaafkan dan silaturahmi, Lebaran juga identik dengan sajian kuliner yang menggoda.
Saat Lebaran, menu seperti opor, ketupat, rendang, hingga aneka kue kering, sudah pasti mudah ditemukan, baik di rumah sendiri maupun ketika bertamu. Setelah sebelam menjalani puasa Ramadan, biasanya banyak orang yang kalap atau lupa diri.
Namun, di balik kelezatan hidangan khas Lebaran tersebut, tersimpan ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai. Konsumsi makanan secara berlebihan tanpa kontrol dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Setidaknya ada dua risiko utama yang kerap mengintai saat menyantap hidangan khas Lebaran secara berlebihan, yakni kolesterol tinggi dan hipertensi.
1. Kolesterol
Kolesterol tinggi atau hiperkolesterolemia merupakan kondisi ketika kadar kolesterol dalam darah melebihi batas normal. Kolesterol sendiri adalah senyawa lemak yang sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel baru, memproduksi vitamin D, hormon, serta asam empedu untuk membantu pencernaan lemak.
Namun, jika kadarnya berlebih, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti stroke dan penyakit jantung.
2. Hipertensi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi juga menjadi ancaman yang tak kalah berbahaya. Hipertensi adalah kondisi kronis ketika tekanan darah pada dinding arteri meningkat. Penyakit ini kerap disebut sebagai “silent killer” karena sering tidak menunjukkan gejala, tetapi dapat berujung fatal, termasuk risiko kematian mendadak.
Tak hanya itu, pola makan tidak terkontrol selama Lebaran juga dapat memicu berbagai penyakit lain seperti obesitas, diabetes, hingga gangguan pencernaan seperti diare.
Tetap Nikmati Lebaran dengan Bijak
Meski berbagai risiko kesehatan mengintai, bukan berarti Anda harus menghindari seluruh hidangan Lebaran. Kunci utamanya adalah mengonsumsi makanan secara bijak dan seimbang, serta tetap memperhatikan asupan gizi.
Mengendalikan porsi makan, mengurangi makanan tinggi lemak dan gula, serta tetap aktif bergerak dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan selama Lebaran.