Mengenal Apa Itu Tantrum pada Anak dan Cara Mengatasinya
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Tantrum merupakan salah satu perilaku yang cukup umum terjadi pada anak, terutama pada usia balita. Kondisi ini biasanya ditandai dengan ledakan emosi seperti menangis, berteriak, marah, keras kepala, hingga melakukan tindakan fisik seperti menendang atau memukul.
Secara umum, tantrum merupakan respons anak terhadap rasa frustrasi, marah, kecewa, atau keinginan yang tidak terpenuhi. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika anak belum mampu mengungkapkan perasaannya dengan baik.
Pada usia balita, anak sedang berada dalam fase ingin mandiri. Mereka mulai ingin melakukan berbagai hal sendiri, tetapi kemampuan fisik dan emosionalnya masih terbatas.
Misalnya, anak ingin memakai sepatu sendiri tetapi kesulitan, atau ingin makan cokelat sebelum tidur tetapi dilarang orangtua. Situasi tersebut dapat membuat emosi anak memuncak dan akhirnya memicu tantrum.
Kemampuan anak dalam mengendalikan emosi juga masih berkembang. Bagian otak yang berperan dalam pengendalian diri belum matang sepenuhnya, sehingga anak belum memiliki kemampuan yang sama seperti orang dewasa dalam mengelola rasa kecewa dan marah.
Penyebab Anak Mengalami Tantrum
Sebelum menghadapi tantrum, orangtua perlu memahami pemicu yang membuat anak mengalami ledakan emosi.
Dilansir dari halodoc, Jumat (14/8/2026), berikut sejumlah penyebab yang umum terjadi:
1. Keterbatasan komunikasi
Anak mungkin sudah mengetahui apa yang diinginkan, tetapi belum mampu menyampaikan keinginannya melalui kata-kata. Kondisi tersebut dapat membuat anak frustrasi.
2. Kelelahan
Kurang tidur atau terlalu banyak melakukan aktivitas dapat membuat kemampuan anak dalam mengendalikan emosi menurun. Anak pun menjadi lebih mudah rewel dan marah.
3. Rasa lapar
Rasa lapar juga dapat membuat anak lebih sensitif dan mudah mengalami perubahan suasana hati. Karena itu, jadwal makan yang teratur penting untuk diperhatikan.

















