Kebutuhan industri saat ini diperkirakan lebih mengutamakan tenaga kerja yang memiliki pengalaman dan penguasaan bidang profesi yang lebih baik. Foto: Ilustrasi/Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Bagi kamu yang gagal masuk perguruan tinggi negeri jenjang Sarjana (S1) pada penerimaan mahasiswa baru (PMB) 2024, tidak perlu berkecil hati. Masih ada kesempatan kuliah di jenjang Vokasi (Diploma) dengan jurusan-jurusan yang banyak dibutuhkan industri.
Pendidikan Vokasi berbasis kompetensi yang menitikberatkan praktik daripada teori. Tujuan utama dari pendidikan adalah menyiapkan mahasiswa menjadi lulusan yang siap kerja alias langsung terjun ke dunia kerja.
Karena kurikulumnya menitikberatkan pada keahlian praktikal, tidak heran jika lulusan Vokasi sudah siap kerja dengan keahlian spesifik. Prospek kerja lulusan jurusan Vokasi juga sangat luas, tergantung pilihan program yang diambil.
Keahlian spesifik yang dimiliki lulusan Vokasi menjadi nilai jual tersendiri karena di dunia kerja banyak perusahaan yang membutuhkan tenaga terampil siap kerja.
Dari berbagai pilihan jurusan Vokasi yang terfokus dan spesifik, lulusan sarjana terapan ini bisa lebih menguasai hard skill yang berguna saat terjun di dunia kerja. Hal ini sesuai dengan tujuan hadirnya program Vokasi yaitu mewujudkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kebutuhan industri saat ini diperkirakan lebih mengutamakan tenaga kerja yang memiliki pengalaman dan penguasaan bidang profesi yang lebih baik. Hal ini tentu dipertimbangkan untuk dapat bersaing di tengah pasar global. Berikut ini merupakan alasan lulusan jurusan Vokasi lebih diincar pelaku industri.
1. Keterampilan yang Lebih Terasah
Kesiapan lulusan Vokasi akan sangat terlihat dari keterampilan yang dikuasai. Selama pendidikan, peserta didik akan dipersiapkan memiliki hard-skill maupun soft-skill untuk menekuni dunia kerja nantinya. Ilmu yang diajarkan mampu untuk mendalami spesialisasi profesi yang diinginkan.
2. Memiliki Keahlian di Bidang yang Dibutuhkan
Hampir seluruh perusahaan membutuhkan tenaga ahli di setiap bidangnya. Di saat inilah banyak perusahaan yang melirik lulusan Vokasi yang sesuai dengan bidang yang dibutuhkan. Selain itu, lulusan Vokasi biasanya memiliki sertifikat profesi yang akan menjadi nilai plus saat proses rekrutmen.
3. Pengalaman Lebih Banyak
Pengalaman yang lebih banyak tentu menjadikan jurusan Vokasi diincar karena perusahaan akan mendapat SDM yang berpengalaman dan tidak perlu mempersiapkan pelatihan khusus lagi. Pengalaman ini memberi peluang untuk mempelajari lebih banyak hal konkret dan berkaitan dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI).
4. Problem-Solving yang Lebih Baik
Adanya studi kasus dan kerja magang di lapangan akan membantu mengasah kemampuan problem-solving. Hal ini akan sangat berguna untuk bekerja di bawah tekanan dan meminimalisir risiko kegagalan atas suatu masalah. Banyak perusahaan yang mempertimbangkan hal ini demi kelancaran produktivitas.
5. Masa Pendidikan yang Lebih Singkat
Dibandingkan dengan gelar sarjana, tentu sarjana terapan memiliki masa pendidikan yang lebih singkat. Hal ini bisa menjadi keuntungan bagi Anda untuk menghemat waktu, tenaga, dan tentunya biaya. Di waktu yang singkat, Anda bisa mendapat wawasan serta keahlian yang jelas dan konkret.
Bagi kamu yang ingin langsung terjun ke dunia indstri, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menaungi sejumlah politeknik dan akademi Vokasi dengan berbagai pilihan jurusan. Berikut beberapa jurusan Vokasi bagi calon mahasiswa yang banyak diincar dunia industri:
3. Politeknik ATIM Makassar
D-III Teknik Industri Agro
D-III Otomasi Sistem Permesinan
D-III Teknik Manufaktur Industri Agro
D-III Teknik Kimia Mineral
4. Akademi Komunitas Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta
D-II Teknik Pembuatan Benang
D-II Teknik Pembuatan Kain Tenun
D-II Teknik Pembuatan Garmen
5. Politeknik Industri Furniture dan Pengolahan Kayu Kendal
D-III Teknik Produksi Furnitur
D-III Desain Furnitur
D-III Manajemen Bisnis Industri Furnitur
6. Politeknik ATK Yogyakarta
D-III Teknologi Pengolahan Karet Dan Plastik
D-III Teknologi Pengolahan Kulit
D-III Teknologi Pengolahan Produk Kulit