Vertigo kerap terasa lebih mengganggu pada malam hari, terutama saat tubuh mulai rileks dan kepala berubah posisi ketika berbaring. Foto: Ilustrasi
JAKARTA, (ERAKINI) – Vertigo kerap terasa lebih mengganggu pada malam hari, terutama saat tubuh mulai rileks dan kepala berubah posisi ketika berbaring.
Sensasi seolah ruangan berputar dapat muncul secara tiba-tiba, membuat penderita terbangun di tengah malam hingga sulit kembali tidur.
Kondisi tersebut tidak hanya menurunkan kualitas istirahat, tetapi juga dapat memengaruhi konsentrasi dan produktivitas pada keesokan harinya. Dengan menerapkan posisi tidur yang tepat serta kebiasaan sehat sebelum beristirahat, gejala vertigo dapat diminimalkan sehingga tidur menjadi lebih nyaman.
Mengapa Vertigo Sering Memburuk Saat Tidur? Vertigo umumnya disebabkan oleh gangguan pada sistem keseimbangan tubuh, terutama di telinga bagian dalam. Ketika seseorang berpindah dari posisi duduk ke berbaring atau mengubah posisi kepala saat tidur, sistem keseimbangan dapat terstimulasi dan memicu sensasi berputar.
Di dalam telinga terdapat sistem vestibular yang berfungsi mengirimkan informasi mengenai posisi dan gerakan tubuh ke otak. Apabila sistem ini mengalami gangguan, otak menerima sinyal yang tidak selaras sehingga muncul rasa pusing atau sensasi berputar.
Selain itu, gejala dapat semakin terasa pada malam hari karena minimnya rangsangan visual. Dalam kondisi gelap, tubuh lebih mengandalkan sistem vestibular untuk menjaga keseimbangan. Jika sistem tersebut bermasalah, vertigo pun dapat terasa lebih intens.
Maka itu, menentukan posisi tidur yang tepat menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu mengurangi kekambuhan vertigo di malam hari. Berikut beberapa posisi yang dianjurkan:
1. Tidur dengan Kepala Lebih Tinggi
Gunakan bantal untuk menjaga posisi kepala sekitar 30–45 derajat lebih tinggi dari tubuh. Posisi ini dapat membantu mengurangi rangsangan pada telinga bagian dalam dan menjaga sistem keseimbangan tetap stabil.
2. Tidur Telentang
Posisi telentang dinilai lebih stabil karena menjaga kepala tetap dalam posisi netral dan meminimalkan perubahan posisi secara mendadak yang dapat memicu vertigo.
3. Hindari Tidur Miring ke Sisi yang Memicu Vertigo
Pada sebagian penderita, vertigo lebih mudah kambuh saat tidur miring ke sisi tertentu. Mengenali sisi yang menjadi pemicu dan menghindarinya dapat membantu mencegah gejala muncul kembali.
Kebiasaan Sebelum Tidur yang Dapat Mengurangi Risiko Vertigo
Selain memperhatikan posisi tidur, beberapa kebiasaan berikut juga dapat membantu mengurangi risiko vertigo pada malam hari:
Batasi penggunaan gadget sebelum tidur karena paparan cahaya biru dari layar dapat mengganggu kualitas tidur.
Lakukan latihan pernapasan atau relaksasi untuk membantu menenangkan sistem saraf.
Hindari konsumsi makanan pedas serta minuman berkafein menjelang waktu tidur karena dapat memengaruhi kualitas istirahat.
Gunakan pencahayaan redup di kamar agar lebih mudah beradaptasi saat terbangun di malam hari.
Kelola stres dan hindari kelelahan berlebihan karena kondisi fisik maupun mental yang lelah dapat memperburuk gejala vertigo.
Cara Bangun Tidur agar Vertigo Tidak Mudah Kambuh
Momen bangun tidur juga menjadi salah satu waktu yang rentan memicu vertigo. Oleh karena itu, lakukan perubahan posisi tubuh secara bertahap.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
1. Jangan langsung berdiri setelah bangun. Beri jeda beberapa detik terlebih dahulu.
2. Ubah posisi secara perlahan, mulai dari telentang, kemudian duduk, sebelum akhirnya berdiri.
3. Hindari menggerakkan kepala secara tiba-tiba.
4. Minum segelas air putih setelah bangun untuk membantu tubuh kembali segar dan menjaga hidrasi.
Dengan menerapkan posisi tidur yang tepat serta kebiasaan sehat sebelum dan setelah tidur, penderita vertigo dapat mengurangi risiko kekambuhan gejala pada malam maupun pagi hari.