Gandeng Harvest, PBNU Dorong Indonesia Jadi Pusat Industri Halal Dunia
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggandeng perusahaan asal Singapura, Harvest Advisor Financial Holdings untuk mendorong Indonesia menjadi pusat halal dunia. Kepastian kerja sama antar dua lembaga tersebut disampaikan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (12/6/2025).
Gus Yahya menuturkan, dalam dua hari terakhir pihaknya telah melakukan pembicaraan intensif dengan perusahaan tersebut melalui entitas syariahnya, Harvest Syariah Fund.
“Pembicaraan berlangsung sejak kemarin pagi hingga malam hari, melibatkan berbagai lembaga di Indonesia, seperti perbankan, OJK, bahkan Bappenas,” ucapnya.
Harvest Advisor Financial Holdings adalah perusahaan pengelola dana yang memiliki mitra strategis di China, yaitu Harvest Fund Management. Saat ini, perusahaan itu menjadi salah satu industri pengelola investasi terbesar di Negeri Tirai Bambu.
Sementara itu, Managing Director Harvest Advisor Financial Holdings, Andrew Tan, mengatakan, selama ini Harvest memiliki pengalaman dan keahlian di bidang investasi, teknologi, serta pembangunan jejaring strategis, terutama dengan mitra di Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.
Menurut dia, keunggulan tersebut akan mendorong Indonesia menjadi pusat industri halal dunia melalui PBNU sebagai salah satu aktor utamanya.

















