Poster resmi film 'Kampung Jabang Mayit: Ritual Maut'. Film ini akan tayang di bioskop 4 hari lagi atau tepatnya mulai 24 Juli 2025. (Foto: MD Entertainment).
JAKARTA, (ERAKINI) – Dunia perfilman Indonesia kembali menghadirkan sajian horor yang dijamin memacu adrenalin. Sebuah karya terbaru berjudul 'Kampung Jabang Mayit: Ritual Maut' siap menyapa penonton di layar lebar 4 hari lagi atau mulai 24 Juli 2025.
Disutradarai oleh Wisnu Surya Pratamadi, film ini diadaptasi dari naskah orisinal ciptaan Qwertyping. Cerita yang sebelumnya hanya berupa konsep kini menjelma menjadi tontonan penuh ketegangan, menyuguhkan elemen horor psikologis yang dibalut dengan unsur mistis khas Nusantara.
Melalui trailer resmi yang dirilis di kanal YouTube MD Entertainment, film ini memperkenalkan Weda, seorang model ternama yang kariernya runtuh secara tragis akibat skandal besar yang melibatkan kekasihnya. Terpukul oleh peristiwa itu, Weda memilih untuk menghilang dari sorotan publik dan memulai hidup baru di tempat yang jauh dari keramaian.
Bersama Bagas, sang kekasih, Weda pergi ke Desa Rangkaspuna, sebuah tempat terpencil yang menyimpan banyak misteri dan kisah kelam dari masa lalu. Tujuan utama mereka bukan sekadar menenangkan diri—ada rencana kelam tersembunyi: menggugurkan kandungan yang tidak mereka inginkan.
Untuk mewujudkan niat tersebut, mereka mencari bantuan dari seorang dukun tua bernama Ni Itoh, sosok yang dikenal angker dan berbahaya. Namun, alih-alih menemukan solusi, pasangan ini justru terseret ke dalam pusaran ritual gelap yang memicu serangkaian peristiwa supranatural yang mengerikan.
Desa Rangkaspuna rupanya menyimpan kutukan kuno yang telah diwariskan turun-temurun. Lambat laun, Weda dan Bagas tidak hanya berhadapan dengan rasa bersalah dan ketakutan, tetapi juga harus bertahan di tengah ancaman gaib yang tak kasat mata.
Film ini menampilkan sejumlah nama populer dalam industri hiburan Indonesia, di antaranya Ersya Aurelia, Rachquel Nesia, Atiqah Hasiholan, Bukie Mansyur, Yudi Ahmad Tajudin, Nessie Judge, Monica Rajalele, hingga Prasodjo Muhammad.