Tangkapan layar komika Dodit Mulyanto di video lagu single terbarunya berjudul 'Ku Kira Mimpi'. Lagu ini rencananya akan ditayangkan di YouTube besok. (Foto: Instagram/ Dodit Mulyanto)
JAKARTA, (ERAKINI) – Komika yang khas dengan biolanya Dodit Mulyanto merilis lagu baru berjudul ‘Ku Kira Mimpi’. Lagu tersebut menjadi single ketiganya menyusul sebelumnya sempat merilis single pertama berjudul ‘Tau Diri’ dan kedua ‘Panggung Besar.
“Guys besok jam 15.00 ‘Ku Kira Mimpi’ tayang di YouTube @priyayientertaiment,” kata Dodit Mulyanto sebagaimana dikutip Erakini melalui akun Instagram @dodit_mul, Rabu (3/7/2024).
Dodit mengungkapkan bahwa lagu-lagu yang sudah dirilisnya tersebut merupakan gambaran kisah hidupnya. “Single ke-3 ini masih dalam benang merah yang sama dari single pertama ‘Tau Diri’ dan kedua ‘Panggung Besar’ yaitu kisah hidup saya,” ungkapnya.
“Rencananya tiga single ini akan masuk dalam album musik saya berjudul ‘Story of My Life’,” kata dia menambahkan.
‘Mungkin dia telah pergi meninggalkan semua janji teringkari, aku harus kuat menatap indah dunia’ kutipan lirik laguKu Kira Mimpi.
"’Kuat menatap indahnya dunia’ adalah apa yang saya lakukan guna melanjutkan hidup,” ujar Dodit.
Dodit pun mengungkap makna di balik lagu tersebut. Menurutnya, orang-orang sering bilang ‘time is a healer’ atau ‘waktu akan menyembuhkan luka’. “Tapi apakah benar begitu?” ujar dia.
Menurut Dodit, ada luka dan patah hati yang memang tidak bisa sembuh. Orangtua meninggal, trauma kekerasan di masa kecil atau cinta sejati yang pergi. Luka-luka jenis itu, menurut Dodit, tidak gampang sembuh.
“Dalam situasi tersebut kadang-kadang kita tidak butuh sembuh, kita hanya perlu menyadari bahwa patah hati itu masih ada, luka itu masih menganga tapi dengan berani kita terus melanjutkan hidup dengan lebih bahagia, lebih produktif dan lebih bersyukur, sampai pada akhirnya kita sadar bahwa luka itu sudah tidak menyakitkan lagi,” katanya.
Dodit menyebut bahwa, untuk menyembuhkan hal tersebut adalah dengan keberanian untuk hidup bersama luka tersebut.
“Bukan karena waktu yang menyembuhkan atau kita yang menyembuhkan tapi karena kita memilih untuk dengan berani hidup bersama luka itu. Dan sejak saat itu, luka itu memang tidak akan hilang tapi keberanianmu juga tidak akan pernah hilang,” katanya.