Kolase poster dan adegan 10 film Indonesia yang bakal tayang di bioskop bulan November 2025. (Foto: Akhmad Baihaqi Arsyad/Erakini/Photoeditor/IMDb/Instagram)
JAKARTA, (ERAKINI) - Bulan November 2025 siap menjadi salah satu momen paling meriah bagi industri perfilman Indonesia. Deretan film berkualitas dari berbagai genre—mulai dari drama emosional, kisah nyata mengharukan, romansa penuh makna, horor mistis bernuansa lokal, hingga thriller menegangkan, siap menghiasi layar bioskop Tanah Air.
Nama-nama besar seperti Reza Rahadian, Christine Hakim, hingga sineas sekelas Joko Anwar dan Jose Poernomo turut memperkaya ragam cerita yang dihadirkan. Tidak hanya menawarkan hiburan, beberapa film juga membawa pesan sosial, budaya, dan spiritual yang kuat.
Satu film Tanah Air terbaru berjudul ‘Solata’ akan segera dihadirkan oleh Walma Pictures dan Indonesia Sinema Persada di layar lebar. Film garapan sutradara Ichwan Persada ini akan membawa kisah perjalanan batin tentang manusia yang kehilangan arah dan kembali menemukan makna hidup di sebuah perkampungan sunyi di Pegunungan Ollon, Tana Toraja.
Film ini menuturkan kisah yang hangat, sederhana, namun penuh daya gugah, menyingkap sisi kemanusiaan yang kerap terlupakan di tengah hiruk-pikuk kota. Film ‘Solata’ bukan hanya menampilkan pemandangan menakjubkan Pegunungan Ollon, tapi juga menggali kearifan lokal dan nilai-nilai kemanusiaan yang hidup dalam masyarakatnya.
Adapun kata ‘Solata’ dalam bahasa Toraja berarti teman. Ini menjadi simbol tentang bagaimana persahabatan sejati bisa melampaui darah, latar, dan luka. Berikut ini sinopsisnya!
Sebagaimana dilihat dari trailer yang dirilis oleh kanal YouTube Cinema 21, film ‘Solata’ mengikuti kisah tentang Angkasa, yang diperankan oleh Rendy Kjaernett. Ia adalah pria asal Jakarta yang hidupnya hancur dalam sekejap.
Angkasa kehilangan pekerjaan, kekasih yang ia cintai meninggalkannya, dan ibunya meninggal dunia. Terpuruk dan kehilangan arah, Angkasa memutuskan meninggalkan hiruk-pikuk ibu kota dan mendaftarkan diri sebagai relawan guru di sebuah daerah terpencil, Pegunungan Ollon, jantung Tana Toraja yang jauh dari segala kemewahan modernitas.
Namun, kehidupan di sana jauh dari kata mudah. Ia hanya memiliki enam murid dengan karakter unik: Karno, Harto, Mega, Bambang, Wahid, dan Habi, nama-nama yang mengingatkan pada para presiden Republik Indonesia.
Di awal, Angkasa menghadapi dinding tebal berupa jarak, perbedaan pandangan, dan keterbatasan fasilitas. Tapi di balik kesunyian pegunungan, perlahan tumbuh kehangatan, tawa, dan rasa percaya.
Dalam keseharian yang sederhana, menulis di papan lusuh, belajar di gubuk bambu, bermain di padang rumput Toraja, Angkasa menemukan makna persahabatan, ketulusan, dan keluarga yang selama ini ia kira telah hilang bersama masa lalunya.
Selain Rendy Kjaernett sebagai tokoh utama, film ini juga diperkuat oleh Rachel Natasya sebagai Lembayung, sosok perempuan yang membantu Angkasa menyesuaikan diri di tanah Toraja. Kemudian, deretan pemain lainnya turut menghadirkan kedalaman emosional pada kisah ini, antara lain: Fhail Firmansyah sebagai Abun, Iskandar Andi Patau sebagai Bumi, Harsya Subandrio sebagai Rombe, Ayu Siramba sebagai Febe, Keyso Sombolinggi sebagai Karno, Maulana Eka Putra sebagai Harto, Amel Komba sebagai Mega, Suray Parrangan sebagai Bambang, Gabriel Alexander sebagai Wahid dan Ince Amira sebagai Habi. Mereka menghadirkan dinamika khas antara guru dan murid, mengisi film dengan nuansa kehangatan, kejenakaan, dan kesederhanaan yang tulus.
Bagaimana kelengkapan kisahnya? Tunggu saja tanggal tayangnya! Film ‘Solata’ dijadwalkan tayang di bioskop mulai 6 November 2025 mendatang.
Sutradara spesialis film horor, Jose Poernomo, kembali meluncurkan karya terbarunya bertajuk ‘Kuncen’, yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada awal November 2025.
Diproduksi oleh Hers Production, film ini menjanjikan pengalaman mencekam yang diangkat dari cerita rakyat serta mitos mistis yang beredar di sekitar kawasan Gunung Merbabu. Cuplikan teaser filmnya telah dirilis beberapa waktu lalu, memberikan gambaran atmosfer kelam dan penuh misteri yang akan menjadi ciri khas dari film ini. Berikut ini sinopsisnya!
Sebagaimana dilansir dari trailer yang dirilis oleh kanal YouTube Cinema 21, cerita film ‘Kuncen’ berpusat pada Awindya, diperankan oleh Azela Putri, siswi SMA yang cemas karena kekasihnya, Devlin, tidak memberi kabar setelah mendaki Gunung Merbabu selama lebih dari 24 jam.
Diliputi rasa khawatir, Awindya mengajak dua sahabatnya, Mojo yang diperankan oleh Mikha Hernan, dan Agnes yang diperankan Vonny Felicia untuk ikut mendaki gunung tersebut demi mencari keberadaan Devlin.
Namun setibanya di sana, mereka dihadapkan pada fakta mengejutkan: sang kuncen gunung ditemukan meninggal dunia secara mengenaskan, diyakini akibat serangan kekuatan gaib.
Dalam perjalanan pencarian, mereka bertemu dengan dua pendaki lain, Diska, diperankan Davina Karamoy dan Yoga, diperankan Cinta Brian, yang juga sedang mencari teman-teman mereka yang hilang.
Lima remaja ini akhirnya memutuskan untuk bekerja sama demi menemukan kuncen baru, karena hanya sosok penjaga spiritual itu yang diyakini mampu menghubungkan mereka dengan jawaban atas misteri yang menyelimuti gunung tersebut.
Namun, pencarian mereka tidak berjalan mulus. Teror demi teror dari dunia lain mulai muncul, menguji nyali dan kebersamaan mereka. Kekuatan mistis yang tak terlihat perlahan-lahan memperlihatkan wujudnya, menjerat para pendaki dalam lingkaran kegelapan yang menakutkan. Bagaimana kelanjutan kisahnya? Tunggu saja tanggal tayangnya!
Nantikan penayangan film ‘Kuncen’ yang dijadwalkan rilis serentak di bioskop seluruh Indonesia pada tanggal 6 November 2025 mendatang.
Aktor papan atas Reza Rahadian resmi melebarkan sayap ke dunia penyutradaraan lewat film panjang pertamanya yang berjudul ‘Pangku’. Melalui film ini, Reza menyajikan kisah emosional dan penuh perjuangan tentang seorang perempuan muda bernama Sartika yang tengah mengandung dan berjuang keras untuk bertahan hidup di tengah kemiskinan dan keterasingan sosial.
Lebih dari sekadar drama, ‘Pangku’ menyuguhkan realita pahit yang jarang dibahas secara gamblang di layar lebar Indonesia—terutama yang menyangkut kondisi perempuan marjinal. Cerita dalam film ini terinspirasi dari fenomena sosial yang terjadi di sepanjang jalur Pantura, khususnya praktik "kopi pangku" yang selama ini menjadi isu sensitif namun nyata.
Sebelum menyapa penonton Indonesia, Pangku lebih dulu menjalani pemutaran perdananya secara global di ajang prestisius Busan International Film Festival (BIFF) ke-30. Masuknya Pangku ke festival internasional ini menjadi pencapaian besar bagi Reza Rahadian sebagai sutradara baru, sekaligus membuktikan bahwa film Indonesia dengan muatan sosial pun mampu berbicara di panggung dunia.
Setelah debutnya di BIFF pada bulan September, ‘Pangku’ akan tayang secara serentak di jaringan bioskop tanah air pada 6 November 2025. Kehadirannya telah dinanti oleh para pecinta film nasional, terutama mereka yang penasaran dengan sentuhan penyutradaraan Reza Rahadian di balik kamera.
Film ini juga diperkuat oleh jajaran aktor dan aktris ternama yang telah lama malang melintang di dunia seni peran. Nama-nama besar seperti: Se, Christine Hakim, Fedi Nuril, Jose Rizal Manua, Devano Danendra, Shakeel Fauzi Aisy, Reza Chandika, Kaan Lativan, Nazira C. Noer, Galabby, T.J. Ruth, Lukman Sardi dan Nai Djenar Maisa Ayu.
Sebagaimana dilihat dari trailer yang dirilis oleh kanal YouTube Cinema 21, film ‘Pangku’ mengikuti kisah Sartika, seorang perempuan muda yang sedang hamil dan meninggalkan kampung halamannya untuk mencari kehidupan yang lebih layak.
Ia tiba di sebuah kota kecil di kawasan Pantura, tempat di mana ia bertemu dengan Maya, pemilik warung kopi yang kemudian membantunya melewati masa-masa sulit, termasuk proses persalinan.
Namun di balik kebaikan Maya, tersimpan ajakan yang perlahan menggiring Sartika pada dunia yang tak pernah ia bayangkan. Setelah melahirkan, Sartika diajak bergabung sebagai pekerja di warung tersebut. Di tengah tekanan hidup yang tak kunjung reda, muncul sosok Hadi—seorang sopir truk yang menjadi pelipur lara sekaligus menimbulkan dilema baru dalam hidup Sartika.
Lebih dari sekadar kisah cinta dan perjuangan, ‘Pangku’ mempertanyakan: sejauh mana seseorang sanggup bertahan di tengah situasi yang menyesakkan tanpa banyak pilihan? Bagaimana keputusan yang diambil dalam keterdesakan dapat mengubah seluruh arah hidup seseorang?
Film ini tidak hanya menyentuh sisi emosional penonton, tetapi juga mengajak mereka untuk merenungi realita yang kerap tak terlihat dalam kehidupan sehari-hari—terutama bagi kaum perempuan yang hidup di pinggiran sistem sosial.
Film terbaru berjudul ‘Tak Kenal Maka Taaruf’ akan hadir meramaikan dunia perfilman Tanah Air. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai pertengahan November 2025 mendatang.
Diadaptasi dari novel populer berjudul sama, film ini disutradarai oleh Toma Margens dengan menggaet pemain di antaranya Fadi Alaydrus, Saskia Chadwick, dan Dinda Mahira. Trailer perdana film ‘Tak Kenal Maka Taaruf’ telah dirilis dan langsung menyita perhatian publik.
Dalam durasi singkat, penonton disuguhkan dua wajah cinta yang begitu kontras namun menyatu: cinta seorang gadis muda kepada ayahnya, dan cinta antara dua insan yang tak dimulai dari rayuan manis, tapi dari niat suci taaruf. Berikut ini sinopsisnya!
Sebagaimana dilihat dari trailer yang dirilis oleh kanal YouTube Cinema 21, kisah film ‘Tak Kenal Maka Taaruf’ berfokus pada Zoya, diperankan oleh Saskia Chadwick. Ia adalah seorang mahasiswi kedokteran yang memegang teguh prinsip cinta suci tanpa pacaran.
Zoya digambarkan sebagai pribadi yang takut jatuh cinta, karena baginya cinta seringkali datang dengan luka. Namun takdir mempertemukannya dengan Faris, diperankan oleh Fadi Alaydrus, pemuda rupawan yang justru membuat Zoya merasa tak nyaman karena sikapnya yang awalnya menyebalkan.
Konflik makin rumit ketika muncul Cleopatra, diperankan oleh Dinda Mahira, sosok perempuan enerjik dan modern yang terang-terangan mengagumi Faris. Ketegangan antara ketiganya menciptakan dinamika yang menarik, bukan hanya soal cinta, tapi juga tentang pilihan, keteguhan hati, dan kesetiaan terhadap prinsip.
Namun bukan itu saja. Film ini juga menyentuh tema kehilangan yang mendalam, saat Zoya harus merelakan sang ayah pergi untuk selamanya. Di titik inilah, film menyoroti sisi manusiawi dari trauma, kesedihan, dan bagaimana cinta bisa menjadi jalan untuk berdamai dengan masa lalu.
‘Tak Kenal Maka Taaruf’ bukan sekadar film cinta biasa. Ia adalah refleksi tentang makna mencintai tanpa melanggar batas, tentang bagaimana kehilangan bisa menjadi awal pertumbuhan, dan tentang bagaimana anak muda bisa tetap setia pada nilai tanpa kehilangan jati diri.
“Allah selalu punya cara yang indah untuk mempertemukan hati yang tepat. Bagi Zoya, jatuh cinta justru merupakan ujian iman hingga takdir mempertemukannya dengan Faris. Mampukah Zoya melawan trauma dan luka masa lalu sampai bertemu dengan tambatan hatinya? Akankah taaruf jadi jalan mereka menuju cinta yang halal?” demikian deskripsi dalam trailer yang dikutip Erakini dari kanal YouTube Cinema 21, Jumat (17/10/2025).
Satu lagi film drama romantis siap menghiasi layar lebar Indonesia. Berjudul Dopamin, karya terbaru dari sutradara kenamaan Teddy Soeriaatmadja ini akan tayang perdana pada pertengahan November 2025 di jaringan bioskop seluruh Tanah Air.
Setelah sukses besar lewat film ‘The Architecture of Love’, Teddy kembali menggandeng Chand Parwez Servia, produser veteran dari Starvision dan Karuna Pictures, untuk menggarap kisah penuh emosi dan ketegangan ini.
Film ini menampilkan kolaborasi dua bintang muda berbakat, Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon, yang kali ini berperan sebagai pasangan suami istri, Malik dan Alya.
Dalam poster resmi yang telah dirilis, tampak Malik memeluk Alya erat di atas sebuah kontainer. Wajah Alya dipenuhi ekspresi gelisah, memperlihatkan ketegangan yang mereka alami. Di latar belakang, tumpukan kontainer dan keberadaan dua mobil polisi memperkuat atmosfer darurat dan penuh tekanan.
Visual tersebut seolah menjadi pertanda bahwa hubungan mereka tengah menghadapi ujian berat, bukan hanya soal cinta, tetapi juga soal bertahan hidup dalam kondisi yang makin sulit. Berikut ini sinopsisnya!
Teaser film ‘Dopamin’ membawa penonton menelusuri kehidupan rumah tangga Malik dan Alya. Di awal, pasangan muda ini digambarkan harmonis dan penuh harapan. Namun badai menerpa saat Malik mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), membuat ekonomi keluarga mereka terpuruk.
Ketegangan mulai meningkat ketika keduanya harus menghadapi situasi ekstrem dan berbahaya, yang memaksa mereka untuk membuat keputusan-keputusan besar dan mendebarkan.
Angga Yunanda memerankan Malik, pria sederhana yang baru saja kehilangan pekerjaannya. Menurut Angga, Malik adalah sosok gigih, bersahaja, dan tidak mudah menyerah meski diterpa keterpurukan.
Di sisi lain, Shenina Cinnamon membawakan karakter Alya, seorang istri yang kuat namun juga kompleks. Menurut sutradara, konflik dan tekanan yang mereka hadapi justru membuka jalan bagi pertumbuhan emosional yang dalam.
Film ‘Dopamin’ menawarkan gabungan antara kisah cinta yang menyentuh, drama psikologis yang intens, dan adegan survival yang mendebarkan. Dengan alur yang cepat, sinematografi yang kelam namun estetis, dan akting yang emosional dari para pemeran utamanya, film ini menjanjikan pengalaman menonton yang berbeda dari film romantis pada umumnya. Film ‘Dopamin’ dijadwalkan tayang di bioskop mulai 13 November 2025 mendatang.
Film komedi horor ‘Pesugihan Sate Gagak’ akan segera hadir menghantui bioskop pada pertengahan November 2025 mendatang. Disutradarai oleh Etienne Caesar dan Dono Pradana, film ini tak hanya menyuguhkan tawa dan ketegangan, tapi juga sindiran terhadap fenomena masyarakat yang memilih jalan pintas melalui pesugihan.
Film ini telah resmi memperkenalkan teaser trailer dan poster perdana yang langsung menyita perhatian. Dengan gaya promosi yang tidak biasa, teaser berdurasi satu menit ini dibuka bak iklan kuliner, menawarkan kelezatan sate gagak yang dijajakan oleh tiga karakter utama, Ardit Erwandha, Yono Bakrie, dan Benedictus Siregar. Berikut ini sinopsisnya!
Film ‘Pesugihan Sate Gagak’ membawa sindiran untuk masyarakat yang memilih jalan pintas melalui pesugihan. Layaknya promosi warung kaki lima yang penuh percaya diri namun dibumbui rasa cemas, ketiganya memamerkan hidangan eksotis lengkap dengan resep rahasia yang jadi daya tarik.
Tapi bukan manusia yang antre mencicipi, melainkan para makhluk halus! Sosok-sosok horor lokal tampak lahap menyantap sate gagak yang penuh misteri ini.
Namun demikian, di balik kelucuan dan absurditasnya, film ini juga menyentuh tema ekonomi yang relevan: kesulitan mencari kerja, maraknya PHK, dan realitas hidup anak muda yang kerap dihadapkan pada keputusan ekstrem demi bertahan hidup. Berikut ini sinopsisnya!
“Warung ini tidak pernah buka siang hari. Hanya mereka yang berani datang tengah malam yang bisa mencicipi. Yang pasti, setiap tusuknya membawa keberuntungan,” demikian deskripsi dari official teaser yang diunggah kanal YouTube Cinema 21.
Proyek ini digarap oleh Cahaya Pictures dan Base Entertainment, dengan dukungan dari PK Fllms, Laspro Media Sirema, IFI Sinema, dan Arendi.
Film ‘Pesugihan Sate Gagak’ siap menyajikan komedi horor rasa lokal yang unik, jenaka, dan penuh sindiran sosial. Siapkan diri Anda untuk tertawa, tegang, sekaligus merenung, mulai 13 November 2025, hanya di bioskop!
Film terbaru berjudul ‘Sampai Titik Terakhirmu’ akan segera dirilis oleh Rumah produksi Lyto Pictures. Film ini dijadwalkan tayang serentak di jaringan Cinema XXI seluruh Indonesia mulai pertengahan November 2025 mendatang.
Yang membuat jadi menarik adalah film drama ini diadaptasi dari kisah nyata Shella Selpi Lizah, seorang pejuang kanker ovarium yang kisah hidupnya sempat viral dan menginspirasi jutaan orang.
Produser Andi Suryanto menjelaskan bahwa film ini tidak hanya mengangkat perjuangan Shella secara fisik, tetapi juga menggambarkan keteguhan cinta dan dukungan yang mengiringinya hingga akhir hayat.
Disutradarai Dinna Jasanti, penggarap ‘My Annoying Brother’ dengan naskah ditulis Evelyn Afnilia, penulis skenario ‘Komang’, film ini akan menggaet aktris Mawar de Jongh dan aktor Arbani Yasiz, kekasih sekaligus suami yang setia mendampingi perjuangannya.
Proyek ini turut melibatkan Marcella Daryanani sebagai produser bersama Andi Suryanto, menandai kolaborasi kuat dalam membawa kisah nyata ini ke layar lebar.
Kisah Cinta yang Viral dan Mengharukan
Shella, diperankan Mawar de Jongh, dan Albi, diperankan Arbani Yasiz, pertama kali berkenalan melalui media sosial pada Juli 2021. Hubungan mereka berkembang dengan cepat dan tulus, hingga akhirnya mereka menikah pada Agustus 2024, di tengah kondisi Shella yang tengah berjuang melawan kanker.
Cerita cinta mereka menyentuh hati publik dan telah ditonton lebih dari 300 juta kali di berbagai platform digital. Cuplikan film ini juga menampilkan lagu tema berjudul ‘Bergema Sampai Selamanya’ yang dinyanyikan oleh Nadhif Basalamah, memperkuat nuansa emosional yang dibangun dalam narasi film.
Film ‘Sampai Titik Terakhirmu’ mengikuti kisah dua insan muda, Shella dan Albi, yang dipertemukan dalam perjalanan mengejar impian masing-masing.
Dari pertemuan yang sederhana, tumbuhlah cinta yang tulus. Namun kebahagiaan mereka diuji saat Shella didiagnosis mengidap kanker ovarium stadium lanjut.
Alih-alih mundur, Albi justru berdiri teguh di samping Shella, membuktikan bahwa cinta sejati bukan hanya hadir dalam suka, tapi juga dalam duka. Mereka bersama-sama melewati fase sulit dalam hidup, saling menguatkan, dan bertahan sampai titik terakhir.
Selain kisah cinta, film ini juga menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai sumber kekuatan emosional.
Unique Priscilla akan tampil sebagai Ibu Erna, Kiki Narendra sebagai Bapak Didin, Yasamin Jasem sebagai Lidya, serta Shakeel Fauzi Aisy sebagai adik Shella, Dide.
Film ini juga dimeriahkan oleh kehadiran para aktor dan aktris berbakat lainnya seperti Onadio Leonardo, Tika Panggabean, Siti Fauziah, TJ Ruth, Vonny Felicia, Verina Ardiyanti, Alfie Alfandy, Dana Wardhana, hingga Ricky Cemor, yang turut memperkaya nuansa emosional dalam narasi.
Teaser trailer film ‘Sampai Titik Terakhirmu’ telah dirilis dan langsung menarik perhatian publik. Kisah nyata yang menyentuh ini diangkat dengan penuh empati dan kedalaman emosi, menjadi pengingat akan kekuatan cinta, kesetiaan, dan harapan di tengah keterbatasan waktu.
Film ini tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap para pejuang kanker dan orang-orang tercinta yang terus berdiri di samping mereka. Saksikan film ‘Sampai Titik Terakhirmu’ mulai 13 November 2025 di seluruh jaringan Cinema XXI.
Dunia perfilman Indonesia kembali menghadirkan kisah horor mistis yang berbeda dari biasanya, yaitu lewat film terbaru berjudul ‘Danyang Wingit Jumat Kliwon’. Film ini dijadwalkan tayang mulai akhir November 2025 di jaringan Cinema XXI dan siap meneror penonton dengan cerita penuh misteri, darah, dan pengkhianatan spiritual.
Film ini dibintangi oleh sederet aktor dan aktris ternama seperti Celine Evangelista, Fajar Nugra, Nathalie Holscher, Aisyah Kanza, Whani Darmawan, hingga Djenar Maesa Ayu. Kehadiran para pemain papan atas ini memperkuat atmosfer menegangkan dalam balutan budaya tradisional dan ilmu hitam Jawa.
Poster resmi film yang menampilkan wajah manusia bergaya wayang telah mencuri perhatian netizen di media sosial, memunculkan rasa penasaran yang tinggi akan kisah kelam yang disajikan. Berikut ini sinopsisnya!
Sebagaimana trailer yang telah dirilis oleh kanal YouTube Cinema 21, film ‘Danyang Wingit Jumat Kliwon’ini mengusung kisah ketika wayang menjadi alat kutukan.
Ki Mangun Suroto, seorang dalang legendaris, bukan sekadar seniman pewayangan. Di balik pertunjukan wayangnya, tersembunyi ambisi gelap untuk menguasai ilmu kuno demi kekayaan dan keabadian. Bersama Mbok Ning, asistennya yang setia, Ki Mangun menyiapkan serangkaian ritual terlarang.
Salah satu korbannya adalah Citra, keponakan Mbok Ning yang lugu namun tangguh. Ia diajak menjadi sinden dalam pertunjukan, tanpa menyadari bahwa dirinya telah dipilih sebagai tumbal terakhir dalam rangkaian ilmu hitam sang dalang.
Citra pun menerima tawaran itu dengan niat suci: ia berharap bayaran sebagai sinden bisa digunakan untuk mengobati adiknya, Dewi, yang sedang sakit keras.
Namun saat ritual semakin dekat dan misteri satu per satu terungkap, Citra harus memilih: mengorbankan diri demi adiknya, atau melawan kekuatan hitam yang mengancam jiwanya.
Apakah Citra bisa menyelamatkan Dewi dan membongkar rahasia kelam di balik nama besar Ki Mangun Suroto? Ataukah ia justru akan menjadi bagian dari kutukan yang tak bisa dipatahkan? Tunggu saja jawabannya saat tayang nanti. Film ‘Danyang Wingit Jumat Kliwon’ akan tayang mulai 20 November 2025 di seluruh jaringan bioskop Cinema XXI.
Sebuah film aksi-thriller berjudul 'Keadilan' atau 'The Verdict' akan segera menyapa penonton Tanah Air pada akhir November 2025 mendatang.
Diproduksi oleh MD Pictures bersama JNC Media Group, proyek sinematik ini menjadi hasil kolaborasi dua sineas kenamaan: Lee Chang-hee, sutradara asal Korea Selatan yang sukses lewat 'Strangers From Hell' dan Yusron Fuadi, sutradara lokal yang dikenal lewat karya horornya 'Darah Nyai'. Berikut ini sinopsisnya!
Film 'Keadilan' atau 'The Verdict' berfokus pada seorang petugas keamanan yang kehidupannya berubah 180 derajat setelah istrinya tewas secara tragis dalam sebuah kasus pembunuhan.
Ironisnya, sang pelaku adalah putra dari pejabat berkuasa yang mampu memanipulasi sistem hukum demi membebaskan anaknya dari jeratan pidana. Peristiwa ini memicu pergolakan batin sang suami, yang merasa hukum tak lagi berpihak pada keadilan sejati.
Tak ingin tinggal diam, ia memutuskan untuk mengambil tindakan ekstrem: menyusup ke dalam struktur peradilan dan menggoyang fondasi hukum dari dalam.
Dalam perjalanannya, ia menghadapi tekanan dari pihak kepolisian, birokrat busuk, hingga pengacara-pengacara yang lebih mementingkan uang daripada kebenaran. Pertarungan pun dimulai—bukan hanya melawan para pelindung kejahatan, tapi juga sistem yang sudah lama bobrok.
Akankah perjuangannya berhasil menguak kebenaran dan menghantarkan keadilan bagi almarhum istrinya? Atau justru ia akan menjadi korban berikutnya dalam pusaran kekuasaan dan konspirasi?
Selain Rio Dewanto dan Reza Rahadian, deretan aktor dan aktris papan atas yang turut meramaikan film ini di antaranya: Niken Anjani, Elang El Gibran, Dimas Aditya, Vonny Anggraini, Karina Salim, Bizael Tanasale, Rangga Nattra, Eduwart Manalu, Tubagus Ali hingga Indra Pacique. Jangan lewatkan penayangan perdana 'Keadilan' atau 'The Verdict' di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 20 November 2025 mendatang.
Rumah produksi Come and See Pictures, yang digawangi oleh sineas kenamaan Joko Anwar bersama Tia Hasibuan, kembali hadir dengan karya layar lebar terbaru bertajuk ‘Legenda Kelam Malin Kundang’. Film ini menghidupkan kembali cerita rakyat legendaris dari ranah Minang dalam balutan kisah drama misteri yang kontemporer.
Mengusung aktor Rio Dewanto dan aktris Faradina Mufti sebagai pemeran utama, film ini merupakan adaptasi modern dari narasi klasik Malin Kundang—kisah seorang anak durhaka yang telah melekat kuat dalam budaya Indonesia.
Tak hanya duduk di kursi produser, Joko Anwar juga ambil bagian dalam penulisan naskah bersama Aline Djayasukmana dan Rafki Hidayat. Film ini sekaligus menjadi debut penyutradaraan film panjang bagi Rafki Hidayat dan Kevin Rahardjo.
Film ‘Legenda Kelam Malin Kundang’ hadir dengan nuansa gelap dan atmosfer menegangkan. Ceritanya diawali dengan seorang anak laki-laki (diperankan oleh Sulthan Hamonangan) yang meninggalkan kampung halamannya untuk mengadu nasib di ibu kota. Ia berjanji akan kembali menjemput ibunya setelah sukses secara finansial.
Waktu berlalu. Sang anak kini telah dewasa (diperankan oleh Rio Dewanto), hidup mapan bersama istri (Faradina Mufti) dan anak semata wayangnya. Namun kedamaian itu terguncang ketika seorang perempuan tak dikenal muncul, mengklaim dirinya sebagai ibu kandung laki-laki tersebut.
Kejadian aneh pun mulai terjadi. Sang pria digiring ke lorong-lorong gelap kota Jakarta, membongkar catatan-catatan tersembunyi, dan menemukan jejak-jejak masa lalu yang selama ini terkubur. Film ini mengupas tema identitas, penyangkalan, dan luka lama yang tak kunjung sembuh, dalam atmosfer misteri yang menghantui.
Bagaimana kelanjutan kisahnya? Tunggu saja tanggal tayangnya! Film ‘Legenda Kelam Malin Kundang’ dijadwalkan untuk tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 27 November 2025.
Dengan daftar film yang variatif dan sarat kualitas, November 2025 menjadi bulan yang istimewa bagi pecinta film Indonesia. Baik Anda penggemar drama menyayat hati, pecinta horor penuh misteri budaya lokal, maupun penikmat kisah perjalanan hidup yang inspiratif, bulan ini menghadirkan tontonan yang mampu menggugah perasaan sekaligus membuka wawasan. Jangan lupa tandai tanggal tayangnya, ajak teman atau keluarga, dan nikmati pengalaman menonton langsung di bioskop.