Konser Hindia di Jakarta Hadirkan Konsep Analog Horor
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI)-Musisi Baskara Putra atau Hindia kembali menghadirkan konser tunggal spesial di Jakarta bertajuk “Malaikat Berputar Di Langit Jakarta” dengan sejumlah hal unik, mulai dari konsep tak biasa hingga kolaborasi dengan sejumlah musisi Indonesia.
Hindia mengatakan konsep eklektik untuk konser tunggalnya di Jakarta adalah analog horor. Istilah tersebut merujuk pada genre horor yang menghadirkan pengalaman seram melalui penggunaan teknologi analog atau era klasik dalam cerita dan pengalaman yang disajikan.
“Konsep atau materi fiksi yang paling sering saya konsumsi di internet itu namanya analog horor. Jadi, kayak horor di YouTube atau komik yang tidak menjelaskan, ‘kenapa begini?’ Atau ‘kenapa begitu?’” kata Hindia saat ditemui dalam gelaran konferensi pers sebelum konser dimulai, Sabtu (30/9/2023).
Instalasi seni dan pertunjukan teatrikal
Dalam konser tunggalnya di Jakarta, Hindia menampilkan sejumlah instalasi seni beserta pertunjukan teatrikal bertema horor dan abstrak yang merepresentasikan berbagai hal. Mulai dari instalasi seni yang menampilkan kecemasan, ketakutan, kesedihan, dan lainnya.
Sebelum memasuki area konser, penonton akan disambut dengan aksi teatrikal berupa pengurusan jenazah dalam syariat Islam dengan menyertakan ikon-ikon tertentu di area tunggu (holding area).
Di sisi kiri dari aksi teatrikal tersebut terdapat sejumlah nisan dan peti mati berisikan “Buanglah mimpi yang gagal kamu nikmatin di sini!” dan penonton diperbolehkan untuk menuliskan kegagalan mimpi versi mereka.


















