Ine Febriyanti Ngaku Sempat Kesulitan Perankan Bu Guru Prani di Film Budi Pekerti
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI)-Film Budi Pekerti sedang tayang di seluruh bioskop tanah air. Film ini dinilai cocok ditonton oleh semua kalangan karena memiliki pesan khusus bagi masyarakat, terutama para pendidik yang hidup di era digital.
Film ini banyak mengulas tentang kehidupan Prani dan keluarga yang semakin hari semakin terpojokan. Di sisi yang lain, Prani adalah guru yang cerdas, disiplin dan tegas. Ia sangat disukai oleh guru dan murid-muridnya di sekolah.
Pengalaman mengesankan dialami pemeran Prani, Sha Ine Febriyanti, aktris 47 tahun ini mengaku bersyukur film tersebut diterima oleh masyarakat. Namun siapa sangka, Ine, sapaan akrab Sha Ine Febriyanti, yang sudah melanglang buana di dunia perfilman tanah air, masih merasa kesulitan ketika diminta memerankan Bu Prani.
Prani adalah seorang guru BK yang dinilai berhasil merubah dan mempengaruhi murid-muridnya. Ine mengungkapkan, tidak mudah menjadi seorang guru yang harus akrab dengan siswa dengan beragam karakter.
“Sangat sulit karena itu tidak ada filenya di dalam diri saya. Jadi saya harus mencari tahu melihat guru asli gimana mereka berkomunikasi dengan murid-muridnya,” kata Ine kepada ERAKINI di Studio FX Sudirman, Jakarta, Kamis (16/11/2023).
Istri sinematografer Yudi Datau ini menuturkan, setelah memerankan sosok Bu Prani, ternyata komunikasi seseorang harus menyesuaikan dengan peran yang melekat padanya. Namun, hal ini menyesuaikan dengan di mana ia berada.
Ine melihat cara komunikasi Bu Prani sebagai guru dan Bu Prani sebagai ibu dan istri bagi suaminya di rumah, sangatlah berbeda.
“Guru ketika di sekolah, dia punya wibawa tapi ketika berjumpa dengan anaknya dia kembali menjadi manusia biasa,” ujarnya.
Sebagai informasi, film Budi Pekerti besutan Wregas Bhanuteja tayang di bioskop sejak 2 November 2023. Hingga hari penayangan ke 13, Kamis (16/11/2023), sudah mencapai 455.116 penonton. Film produksi Rekata Studio serta Kaninga Pictures terseut dibintangi oleh Sha Ine Febriyanti, Dwi Sasono, dan Angga Yunanda.
Banyak kalangan yang menyebut film ini sarat akan nilai yang bisa menjadi pelajaran dan pegangan masyarakat, terutama guru yang hidup di era modern seperti saat ini. Kehadiran media sosial dan teknologi digital membuat masyarakat semakin bias dalam menerima informasi.

















