Tayang 16 Juli, Film ‘Lastri: Arwah Kembang Desa’ Bawa Pengkhianatan dan Luka Lama yang Menjelma Teror Mistis
Akhmad Baihaqi Arsyad








Namun, bukan hanya nuansa horor yang menjadi daya tarik utama film ini. Di balik kisah penuh misteri dan teror yang ditawarkan, tersimpan nilai emosional yang begitu kuat. ‘Lastri: Arwah Kembang Desa’ menjadi karya layar lebar terakhir almarhum Gary Iskak sebelum sang aktor berpulang pada November 2025.
Deretan pemain yang terlibat dalam film ini antara lain Hana Saraswati, Yama Carlos, Ratu Meta, Rizal Djibran, Audy Bella, Nando Hilmy, Debby Sahertian, Ingrid Wijanarto, serta Gary Iskak yang memegang peran penting dalam alur cerita.
Trailer yang diperlihatkan kepada publik tidak hanya mengandalkan kemunculan sosok menyeramkan atau adegan mengejutkan. Sebaliknya, film ini membangun suasana mencekam secara perlahan melalui karakter Lastri yang digambarkan sebagai perempuan penuh luka, kesedihan, dan misteri. Sementara itu, karakter Turenggo yang diperankan Gary Iskak menyimpan rahasia besar yang menjadi kunci dari berbagai peristiwa mengerikan dalam cerita.
Cerita film ini terinspirasi dari legenda urban yang berkembang di wilayah Pati, Jawa Tengah. Dalam cerita rakyat yang beredar di masyarakat, Lastri dikenal sebagai arwah yang memiliki dua sisi. Ia dapat menjadi sosok menakutkan bagi mereka yang berniat jahat, tetapi juga dipercaya mampu menolong orang-orang yang sedang menghadapi kesulitan.
Selain menghadirkan teror supranatural, film ini juga mengangkat tema pengkhianatan, fitnah, dan luka batin yang meninggalkan jejak panjang bahkan setelah seseorang meninggal dunia. Seiring terungkapnya rahasia-rahasia masa lalu, berbagai peristiwa menyeramkan mulai menghantui mereka yang pernah terlibat dalam tragedi tersebut. Berikut ini sinopsisnya!
Sinopsis Film ‘Lastri: Arwah Kembang Desa’
Berlatar sebuah desa pada era 1980-an, film ini membawa penonton ke dalam lingkungan yang masih kental dengan mitos dan kepercayaan masyarakat setempat. Desa tersebut dihantui oleh legenda Lastri yang terus hidup dari generasi ke generasi. Kemunculannya tidak hanya menebarkan ketakutan, tetapi juga membuka tabir rahasia lama yang selama bertahun-tahun terkubur rapat.
Kisah film ‘Lastri: Arwah Kembang Desa’ berpusat pada seorang perempuan yang meninggal dunia dengan membawa luka batin mendalam. Semasa hidupnya, Lastri menjadi korban perlakuan tidak adil dari suaminya, Renggo, serta perempuan lain bernama Ratmi yang diperankan Audy Bella.
Selama lima tahun menjalani kehidupan rumah tangga tanpa kehadiran buah hati, Lastri harus menerima tuduhan menyakitkan sebagai penyebab ketidakmampuan pasangan tersebut memiliki keturunan. Fitnah dan tekanan yang terus menghantuinya perlahan menghancurkan kebahagiaan yang selama ini ia dambakan.
Hingga akhirnya, kematian datang dalam situasi yang menyisakan banyak pertanyaan dan meninggalkan dendam yang belum sempat terselesaikan. Namun bagi Lastri, kematian bukanlah akhir.
Arwahnya dipercaya masih berkeliaran untuk mencari kebenaran sekaligus menuntut keadilan atas penderitaan yang pernah dialaminya. Sosok Lastri menjadi simbol kemarahan, kesedihan, dan pembalasan yang datang dari dunia yang tidak terlihat oleh manusia.
Film ‘Lastri: Arwah Kembang Desa’ dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 16 Juli 2026 mendatang.

