Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid melantik Raline Rahmat Shah sebagai Staf Khusus (Stafsus) Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital, Senin (13/1/2025). Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha
JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid melantik 13 pejabat baru Kementerian Komdigi, Senin (13/1/2025) pagi. Salah satunya adalah Raline Rahmat Shah yang diangkat menjadi Staf Khusus (Stafsus) Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital.
Dirangkum dari sejumlah sumber, Raline Shah merupakan artis, model, penyanyi, dan mantan ratu kecantikan Indonesia keturunan Melayu, Tionghoa, dan Pakistan. Ia pernah beikut kontes Puteri Indonesia 2008 mewakili Sumatera Utara (Sumut), dan meraih posisi sebagai 3rd Runner-up. Raline juga pernah masuk nominasi Piala Citra pada Festival Film Indonesia 2015 sebagai Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik melalui perannya dalam film Surga Yang Tak Dirindukan.
Raline lahir di Jakarta pada 4 Maret 1985 dari pasangan Rahmat Shah dan Roseline Abu. Ibunya Roseline Abu adalah seorang dermawan sekaligus pegiat YPAC Medan (Yayasan Pembinaan Anak Cacat), sebuah sekolah untuk anak-anak cacat mental dan fisik. Roseline juga pernah menjadi presiden Women’s International Club di Medan pada 2002-2004.
Sedangkan ayahnya Rahmat Shah merupakan pengusaha ternama Sumut yang pernah menjabat sebagai anggota MPR periode 1999-2004 dan anggota DPD tahun 2009-2014. Rahmat Shah adalah pendiri dan CEO dari beberapa perusahaan yang bergerak di industri pertanian, properti, ekspor dan impor, serta manufaktur.
Selain itu, ia juga merupakan ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Utara sejak tahun 2011, dan Konsul Jenderal Kehormatan dari Konsulat Turki di Medan untuk Pulau Sumatera sejak 1999. Rahmat memiliki beberapa perusahaan yang masih ia kelola hingga saat ini, antara lain PT Unitwin Indonesia dan PT Cakra Compact Aluminium Industries.
Raline yang punya pengikut di Instagram 10,1 juta, menghabiskan masa kecilnya di Jakarta dan Medan, sebelum pindah ke Johor Bahru, Malaysia, pada tahun 1998. Ia bersekolah di Kolej Tuanku Ja'afar, sebuah sekolah berasrama di Negeri Sembilan, Malaysia. Selama bersekolah di sana, ia sudah menyutradarai dua drama sekolah serta berakting dalam tiga musikal dan berbagai kegiatan teater.
Raline dianugerahi Silver Youth International Award pada tahun 2002 dan Gold International Youth Award pada2003 untuk pencapaian menyeluruh dalam olahraga, kegiatan seni, dan dedikasi kepada masyarakat. Ia juga menerima “Penghargaan Prestasi Akademik Studi Bisnis Terbaik” untuk hasil O-Level dan A-Level dan penghargaan Gold Duke of Edinburgh untuk eksplorasi, mendaki, dan kegiatan sosial.
Setelah lulus bersekolah, Raline melanjutkan pendidikan tinggi di National University of Singapore dan meraih gelar sarjana dalam Ilmu Politik dan Media Baru dan Komunikasi pada tahun 2007. Semasa kuliah, Raline juga pernah menjadi vokalis untuk klub Jazz NUS dan tampil dua kali di Singapore International Festival of Arts.
Berbekal ilmu yang didapatnya saat menjadi model di Singapura, Raline berhasil lolos sebagai perwakilan provinsi dengan gelar Puteri Indonesia Sumut 2008. Raline selanjutnya mewakili Sumut ke tingkat nasional Puteri Indonesia 2008.
Raline memulai perjalanan kariernya sebagai model paruh waktu untuk Mannequin Studios, sebuah agensi model Singapura dari 2004 hingga 2008. Raline juga menyibukkan dirinya dengan menjadi bagian dari Departemen Humas Paragon Medical, Singapura, dari tahun 2008 hingga 2011.
Raline memulai karier sebagai aktris dengan film 5 cm yang disutradarai oleh Rizal Mantovani pada tahun 2012. 5 cm adalah novel karya Donny Dhirgantoro yang terbit tahun 2005 dan menceritakan kisah lima sahabat (Arial, Riani, Zafran, Ian, dan Genta) yang mencoba mencari tahu makna dari persahabatan mereka dengan ekspedisi pendakian Gunung Semeru, puncak tertinggi di Pulau Jawa.
Di dalam film tersebut, Raline berperan sebagai Riani, satu-satunya wanita dalam grup yang diperankan sebagai sosok yang cerdas dan berambisi. Film ini diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia dan menjadi salah satu film terlaris dengan total 2,4 juta penonton serta dianugerahi "Sinematografi Terbaik" di dalam Festival Film Indonesia 2013.
Berkat kemampuannya dalam dunia model sejak tahun 2008 baik di kancah nasional maupun internasional serta kepribadian dan citra publiknya yang baik, Raline mampu bekerjasama dengan banyak merek dan perancang busana ternama. Dia dipercaya untuk mewakili Cita Tenun Indonesia pada program Fashion 4 Development (F4D) Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York pada tahun 2012 dan 2013.
Setelah berhasil dengan film pertamanya, Raline melanjutkan karirnya di bidang akting dengan membintangi film Surga Yang Tak Dirindukan bersama Laudya Chintya Bella dan Fedi Nuril pada tahun 2015. Film tersebut berhasil menyita perhatian banyak masyarakat Indonesia dan Raline mendapatkan penghargaan sebagai "Peran Pendukung Wanita Terbaik" di Festival Film Bandung 2015.
Raline juga menerima nominasi di Festival Film Indonesia 2015 dan Indonesia Box Office Movie Awards 2016. Raline menyumbangkan soundtrack berjudul "Kekasih di Surga" untuk film tersebut.
Pada tahun 2016, Raline magang di Teater Garasi, sebuah perkumpulan seni yang berpusat di Yogyakarta, dan telah menghasilkan pertunjukan multidisiplin yang pernah dipromosikan ke pertunjukan seni internasional di Singapura, Berlin, Tokyo, Shizuoka, Osaka, New York, dan Amsterdam.
Pada tahun 2017, Raline menunjukkan talentanya di bidang tarik suara dengan merilis lagu berjudul "Jadi Milikku", hasil kolaborasi bersama Marcell Siahaan. Lagu tersebut sudah ditonton lebih dari 1,4 juta kali di YouTube dalam waktu satu setengah bulan setelah dirilis.
Tidak sampai di situ saja, Raline juga berhasil membuktikan bakat dan karyanya dengan tampil sebagai pemeran utama bersama Shaheizy Sam dan Zizan Razak dalam film aksi Malaysia, Polis Evo 2, yang disutradarai Ghaz Abu Bakar pada tahun 2018.
Setelah beberapa bulan penayangan, tepatnya pada tanggal 18 April 2019, film tersebut sukses secara komersial di Indonesia dan mendapat apresiasi yang cukup baik atas akting Raline dalam memainkan peran Rian, seorang perwira polisi Indonesia.
Raline dikenal mudah memerankan berbagai macam karakter, mulai dari perempuan Indonesia multikultur hingga imigran Turki dan seorang Kaukasia-Cina. Berkat kepiawaiannya sebagai seniman dan tokoh masyarakat serta kefasihannya dalam berbahasa Inggris, Raline telah mewakili Asia dalam berbagai perhelatan internasional.
Raline pernah menjadi salah satu ikon busana Indonesia pada tahun 2014 hingga 2015 untuk Harper’s Bazaar dan Elle Indonesia. Dia juga pernah menjadi model Pantene untuk Procter & Gamble di Singapura, Indonesia, dan Malaysia pada tahun 2012.
Raline juga merupakan brand ambassador untuk XL Axiata (2011), Unilever (2012-2013), Hemaviton (2014), Bank Mandiri (2015-2017), OPPO (2017), dan Wardah Cosmetics (sejak 2016). Pada 8 Agustus 2017, Raline ditunjuk sebagai direktur independen Indonesia AirAsia, anak perusahaan dari maskapai penerbangan asal Malaysia, AirAsia.