Sutrada film dokumenter 'NAZA'. Foto: Getty via Variety
VENESIA, (ERAKINI) — Film dokumenter 'NAZA' karya sutradara asal Israel, Yuval Abraham dan Rachel Szor, mendapat sambutan luar biasa saat diputar perdana dalam Festival Film Venesia, Kamis (10/9/2026).
Film yang dibuat oleh dua sutradara “No Other Land” itu mendapat tepuk tangan berdiri selama 24,5 menit. Durasi tersebut menjadi yang terpanjang dalam sejarah Festival Film Venesia, mengalahkan rekor 22 menit yang diraih “The Voice of Hind Rajab” pada tahun lalu.
Dengan Festival Film Venesia 2026 akan berakhir pada Sabtu (12/9), sambutan tersebut dipastikan menjadi yang terlama dalam penyelenggaraan festival tahun ini.
Dilansir Variety, Jumat (11/9/2026), sutradara peraih Oscar untuk film “The Zone of Interest”, Jonathan Glazer, yang bertindak sebagai produser eksekutif “NAZA”, terlihat memeluk Abraham dan Szor serta memberikan dukungan kepada keduanya sepanjang tepuk tangan berlangsung.
Abraham dan Szor tampak terharu. Keduanya beberapa kali menyeka air mata, sementara sejumlah penonton juga terlihat menangis. Beberapa penonton bahkan mengangkat bendera Palestina selama momen tersebut.
“NAZA” mengungkap secara rinci sistem yang disebut menjadi dasar di balik pembunuhan massal warga sipil Palestina di Gaza yang dilakukan secara terencana oleh Israel.
Dokumenter tersebut dibuat secara diam-diam selama tiga tahun. Pengambilan gambar dilakukan pada malam hari dari atas sejumlah gedung di Tel Aviv.
Film ini menampilkan wawancara dengan 24 perwira dan tentara yang pernah bertugas di unit intelijen militer Israel. Mereka memberikan kesaksian mengenai sistem dan mekanisme yang digunakan dalam operasi militer Israel di Gaza.
Istilah “NAZA” sendiri muncul berulang kali dalam film. Istilah tersebut merupakan akronim yang digunakan dalam lingkungan intelijen Israel untuk menyebut jumlah korban sipil yang diperkirakan akan tewas dalam sebuah serangan udara sebagai bagian dari apa yang disebut kerusakan tambahan atau collateral damage.
“NAZA” menjadi tambahan terakhir dalam daftar film yang berkompetisi di Festival Film Venesia tahun ini. Film tersebut baru dimasukkan sekitar satu bulan setelah daftar awal peserta diumumkan pada Juli.
Dalam konferensi pers, Abraham dan Szor menjelaskan bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan proses penyelesaian film yang mereka kerjakan selama tiga tahun.
Abraham dan Szor merupakan dua dari empat sutradara “No Other Land”, film dokumenter yang memenangkan Oscar 2025 untuk kategori Film Dokumenter Terbaik. Film tersebut menggambarkan upaya pemerintah Israel menggusur warga Palestina dari rumah mereka di wilayah Tepi Barat bagian selatan.
Dalam wawancara dengan Variety menjelang pemutaran perdana “NAZA”, Abraham mengatakan dirinya dan Szor sebagai warga Israel ingin memanfaatkan akses yang mereka miliki terhadap orang-orang dalam masyarakat Israel yang pernah menjalani dinas militer.
“Sebagai warga Israel, kami merasa ingin menggunakan posisi yang kami miliki—akses terhadap orang-orang di masyarakat kami sendiri yang masuk militer—untuk melihat sistem tersebut ketika menjalankan apa yang disebut oleh seluruh organisasi hak asasi manusia sebagai genosida,” kata Abraham.
Film tersebut diproduksi surat kabar Inggris The Guardian bersama James Wilson melalui JW Films. Glazer menjadi salah satu produser eksekutif. Wilson dan Glazer sebelumnya merupakan tim di balik “The Zone of Interest”, yang memenangkan Oscar.
Sambutan panjang terhadap “NAZA” melampaui rekor yang sebelumnya dipegang “The Voice of Hind Rajab” karya sutradara Tunisia, Kaouther Ben Hania.
Film yang mengambil latar Gaza tersebut mengisahkan kematian Hind Rajab, seorang anak perempuan berusia enam tahun yang tewas akibat tembakan militer Israel ketika berusaha melarikan diri dari Kota Gaza bersama keluarganya.
“The Voice of Hind Rajab” mendapat tepuk tangan berdiri selama 22 menit pada Festival Film Venesia tahun lalu.
Ben Hania kini menjadi salah satu anggota dewan juri Festival Film Venesia yang dipimpin aktris dan sutradara Maggie Gyllenhaal. Juri tersebut akan menentukan para pemenang penghargaan festival pada Sabtu (12/9).