JAKARTA, (ERAKINI) - Bagi mereka yang lahir pada 1992-1996, lagu-lagu D’Paspor mungkin sudah tidak asing lagi di telinga. Band indie asal Cikalong, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, ini dikenal lewat lagu-lagu bertema percintaan dengan aransemen melow yang mampu menyentuh pendengarnya.
Meski telah melewati perjalanan panjang sejak era 2000-an, lagu-lagu D’Paspor masih kerap didengarkan hingga sekarang. Bagi sebagian pendengarnya, lantunan lagu tersebut bahkan mampu membawa kembali kenangan masa sekolah.
Lantas, bagaimana perjalanan D’Paspor hingga dikenal sebagai salah satu band indie yang memiliki basis pendengar di kalangan masyarakat pada masanya?
Berawal dari Gank Sontank
Sebelum menggunakan nama D’Paspor, para personelnya merupakan sekumpulan anak muda yang tumbuh dan berteman di kawasan Cikalong, Karawang. Mereka menamakan kelompoknya dengan sebutan anak-anak BelPas, singkatan dari Belakang Pasar. Kelompok tersebut kemudian dikenal dengan nama "Gank Sontank".
Seperti kelompok remaja pada umumnya, mereka menghabiskan waktu dengan berkumpul, bercanda, dan saling melempar gurauan. Namun, satu prinsip yang mereka pegang adalah kesetiakawanan. Bagi mereka, menjaga pertemanan menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.
Dari kebiasaan berkumpul tersebut, muncul keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru. Mereka kemudian berinisiatif membentuk sebuah band dengan cara patungan. Band pertama yang mereka bentuk diberi nama "Ripuh Band". Nama tersebut dipilih karena tingkah laku mereka yang dianggap selalu membuat suasana menjadi "ripuh" atau ribet.
Pada awalnya, Ripuh Band belum serius membawakan lagu-lagu bertema percintaan. Mereka lebih banyak memainkan lagu-lagu jenaka yang ditujukan untuk menghibur orang-orang di sekitar.
Berubah Nama Menjadi D’Paspor
Seiring berjalannya waktu, kesibukan masing-masing membuat para personel Ripuh Band mulai jarang berkumpul. Mereka kemudian kembali bertemu dalam sebuah proyek musik dengan nama baru, yakni D’Paspor atau D’P@S’4.
Dalam perjalanan tersebut, mereka mulai mengubah konsep musik. Jika sebelumnya membawakan lagu-lagu jenaka, D’Paspor mulai fokus pada lagu bertema cinta yang saat itu banyak digemari anak muda.
Nama D’P@S’4 sendiri memiliki cerita tersendiri bagi para personelnya. Nama tersebut disebut berasal dari kata "paspor", yang diasosiasikan dengan tiket penerbangan ke luar negeri.
Sementara itu, D dimaknai sebagai "di belakang", sedangkan P@S merujuk pada "pasar". Angka 4 melambangkan jumlah huruf pada nama personel yang mereka gunakan dalam penamaan kelompok tersebut.
Mulai Rekaman dengan Modal Nekat
Dengan modal keberanian, D’Paspor mulai mencoba merekam lagu-lagu mereka. Perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Mereka harus menghadapi berbagai kritik, hinaan, hingga cibiran dari sesama band amatiran.
Namun, hal tersebut tidak membuat mereka berhenti. Kritik dan saran justru mereka jadikan bahan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan bermusik. Salah satu prinsip yang mereka pegang ketika menghadapi berbagai cibiran adalah "anggap saja angin lalu".
Semangat tersebut kemudian membawa D’Paspor semakin dikenal di lingkungan tempat mereka berasal. Salah satu lagu mereka, "Rinduku", bahkan sempat menjadi lagu yang banyak diputar di salah satu stasiun radio di wilayah Karawang pada masanya.
Lagu tersebut disebut berhasil menduduki posisi runner-up di radio Iftek FM. Popularitas "Rinduku" juga disebut ikut mendorong penjualan kaset rekaman D’Paspor. Pada masa itu, rekaman mereka masih beredar dalam bentuk salinan kaset dan belum dilengkapi video klip.
Lagu D’Paspor Dekat dengan Kehidupan Pendengar
Kekuatan D’Paspor tidak hanya terletak pada musik melow yang mereka bawakan, tetapi juga pada lirik yang dianggap dekat dengan kehidupan pendengarnya. Lagu-lagu bertema rindu dan percintaan membuat musik mereka dapat diterima oleh berbagai kalangan.
Pada masa kejayaannya, lagu D’Paspor bahkan disebut kerap terdengar dari anak-anak hingga orang dewasa di lingkungan tempat mereka tinggal. Lagu "Rinduku", misalnya, disebut mampu menyentuh para pendengar yang memiliki pengalaman serupa dengan kisah dalam lagu tersebut.
Kedekatan dengan kehidupan sehari-hari inilah yang membuat lagu-lagu D’Paspor meninggalkan kenangan bagi pendengarnya, terutama generasi yang tumbuh pada era 2000-an.
Personel D’Paspor
Berdasarkan profil yang pernah diperkenalkan oleh kelompok tersebut, D’Paspor terdiri dari beberapa personel dengan posisi masing-masing.