Amalan Rebo Wekasan yang Dibaca di Akhir Bulan Safar
Abdul Rahman Ahdori
Rebo wekasan dalam kalender hijriah jatuh pada Rabu 30 Safar 1446 atau bertepatan dengan 4 September 2024. Bulan safar sendiri diyakini oleh sejumlah umat Islam di Indonesia sebagai hari tersial sepanjang masa.
Karena itu, untuk menangkal kesialan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk mengamalkan doa-doa tertentu dan melakukan shalat tolak bala. Biasanya, shalat dua rakaat tersebut dikerjakan di pagi hari.
Adapun pemahaman soal bulan safar sebagai bulan sial terekam dalam kitab Al-Risalah Al-Badi'ah halaman 83 yang ditulis oleh ulama Indonesia sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, KH M. Djamaluddin Ahmad.
Dilansir dari NU Online, dalam karyanya tersebut, KH Djamaluddin Ahmad menuliskan bahwa pemahaman soal Rebo Wekasan didasarkan pada kesaksian sebagian orang ahli makrifat termasuk orang yang ahli mukasyafah (orang yang bashirah sirrinya telah dibuka oleh Allah sehingga dapat mengetahui sesuatu yang gaib) dan ahli tamkin (orang yang sudah mapan di dalam derajat haqiqat/makrifat). Mereka berkata bahwa setiap tahun Allah menurunkan bencana jumlahnya 320.000 bencana, kesemuanya diturunkan pada hari Rabu yang terakhir bulan Safar.
Ternyata keterangan serupa juga tertulis dalam kitab Kanzun Najah was-Surur fi Fadhail al-Azminah wash-Shuhur karya Abdul Hamid Quds. Karenanya, umat Islam meyakini jika hari tersebut merupakan waktu terberat sepanjang tahun.
Selanjutnya, ditegaskan dalam kitab Al-Risalah Al-Badi'ah agar umat Islam shalat 4 rakaat ketika datang Rebo Wekasan. Adapun niatnya sebagai berikut:


















