Berawal dari Dagang, Begini Awal Pertemuan Nabi Muhammad dan Siti Khadijah
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Nabi Muhammad SAW dikenal bukan hanya sebagai nabi dan rasul, tetapi juga seorang pedagang yang jujur dan amanah. Dari aktivitas berdagang inilah, beliau kemudian dipertemukan dengan Siti Khadijah yang kelak menjadi istrinya.
Dalam Jurnal yang ditulis Muhammad Basri dkk yang berjudul "Riwayat Nabi Muhammad: Masa Kecil, Remaja dan Dewasa" seperti dikutip Senin (8/9/2025), disebutkan bahwa Muhammad pernah berbisnis dengan Saib bin Abi Saib al-Mahzumi. Ia dikenal sebagai rekan bisnis terbaiknya karena tidak pernah berbuat curang maupun berdebat dalam urusan perdagangan.
Ketika penaklukkan Mekkah, Saib bahkan menyambut Muhammad dengan hangat.
“Selamat datang, saudaraku dan rekanku,” ujarnya kala itu.
Awal Pertemuan dengan Khadijah
Pada usia 25 tahun, Nabi Muhammad terlibat dalam perdagangan ke Syam. Saat itu, Siti Khadijah binti Khuwailid dikenal sebagai saudagar kaya raya sekaligus bangsawan Quraisy yang memiliki banyak karyawan dengan sistem bagi hasil.
Mendengar reputasi Muhammad yang jujur dan terpercaya, Khadijah mengutus pelayannya, Maisarah, untuk menemani Muhammad mengelola modal dagang ke Suriah. Hasil perjalanan tersebut sangat menguntungkan. Khadijah kagum karena belum pernah mendapatkan keuntungan sebesar itu sebelumnya.
Maisarah juga menceritakan akhlak mulia Muhammad selama berdagang. Hal ini membuat Khadijah semakin terkesan hingga akhirnya hubungan bisnis mereka berlanjut ke pernikahan. Nabi Muhammad menikahi Khadijah pada usia 25 tahun.

















