Detik-detik Kelahiran Nabi Muhammad SAW yang Mengundang Takjub
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Nabi Muhammad SAW diyakini umat Islam sebagai manusia paling mulia yang pernah diutus ke muka bumi. Kehadirannya disebut sebagai rahmatan lil ‘alamin, pembawa kebenaran sekaligus pemimpin umat manusia.
Kelahiran Nabi Muhammad pada 12 Rabiul Awal tahun Gajah atau bertepatan dengan 571 Masehi, diyakini membawa tanda-tanda kebesaran yang mengguncang peradaban dunia saat itu.
Dalam jurnal ilmiah Fenomena Menjelang Kelahiran Nabi Muhammad: Kajian Terhadap Naskah Al-Hamziyyah Karya Al-Bushiri yang ditulis Ade Kosasih, sebagaimana dikutip Jumat (5/9/2025), disebutkan sejumlah peristiwa luar biasa yang menyertai detik-detik kelahiran Rasulullah.
Api Persia Padam, Istana Kisra Runtuh
Menjelang kelahiran Nabi Muhammad, kondisi Tanah Persia digambarkan mencekam. Api abadi yang menjadi sesembahan bangsa Persia mendadak padam. Peristiwa ini dipandang sebagai simbol berakhirnya dominasi agama penyembah api.
“Istana Kisra pun rubuh, jika bukan karena keagungannya, mana mungkin bangunan sekuat itu runtuh,” tulis jurnal tersebut.
Dalam naskah Al-Hamziyyah juga disebutkan bahwa kuil-kuil api diselimuti kesedihan. Bahkan, air dari mata air utama Persia dikisahkan mengering, yang ditafsirkan sebagai lambang runtuhnya kekuasaan mereka (Al-Muth’ani, 1981).
Kegembiraan di Sekitar Aminah
Berbeda dengan Persia, suasana di Mekkah justru dipenuhi kegembiraan. Kehamilan Siti Aminah digambarkan sebagai anugerah agung. Kemuliaannya bahkan disebut melebihi wanita mulia sebelumnya, termasuk Siti Hawa dan Siti Maryam.
Dalam Al-Hamziyyah, kelahiran Nabi Muhammad digambarkan penuh cahaya dan doa malaikat. Saat lahir, Nabi Muhammad disebut mengangkat kepalanya ke langit, sebuah isyarat tentang kedudukan yang luhur.


















