Masa Kecil Nabi Muhammad SAW yang Penuh Haru dan Menginspirasi
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Umat Islam akan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Jumat (5/9/2025) atau bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1447 H. Momen ini menjadi pengingat perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, termasuk masa kecilnya yang penuh haru sekaligus menginspirasi.
Dalam jurnal ilmiah berjudul Riwayat Nabi Muhammad (Masa Kecil, Remaja, dan Dewasa) yang ditulis Muhammad Basri dkk seperti dikutip erakini pada Kamis (4/9/2025), diceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW lahir dari pasangan Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahab.
Namun, sejak sebelum lahir, Nabi Muhammad sudah menjadi yatim. Abdullah meninggal dunia saat Aminah sedang mengandung, meski ada riwayat yang menyebut Abdullah wafat ketika Nabi baru berusia dua bulan dalam kandungan.
Lahir di Tahun Gajah
Nabi Muhammad SAW lahir pada Senin, 12 Rabiul Awal Tahun Gajah, atau sekitar 53 tahun sebelum hijrah ke Madinah. Tahun tersebut dikenal istimewa dalam penanggalan Islam karena menjadi momentum kelahiran sosok yang kelak membimbing umat manusia.
Silsilah Nabi Muhammad SAW dari jalur ayah adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay hingga bersambung ke Nabi Ismail AS, putra Nabi Ibrahim AS.
Masa Pengasuhan dan Kehilangan
Seperti tradisi kaum bangsawan Quraisy saat itu, bayi Muhammad diasuh oleh perempuan lain untuk dibawa ke pedesaan. Nabi kecil sempat dirawat oleh Halimah Sa’diyah. Kehidupan di pedesaan yang keras membuat beliau tumbuh tangguh sekaligus matang secara rohani.
Pada usia enam tahun, Muhammad kecil diajak ibunya, Aminah, berziarah ke makam ayahnya di Yatsrib (Madinah). Namun, dalam perjalanan pulang di daerah Abwa, Aminah wafat. Sejak saat itu, Muhammad menjadi yatim piatu.


















