Ibadahlah Sewajarnya agar Hidup Tenang
Indah S. Amalia
JAKARTA, (ERAKINI) - Pada era 90-an ada lirik lagu dangdut yang sempat hits, yakni 'yang sedang-sedang saja'. Kata-kata itu sepertinya masih korelatif untuk mengajak orang agar dalam menjalani kehidupan tidak sampai nglokro atau bahkan ngongso alias keblabasan.
Sudah seharusnya hidup itu dijalani dengan penuh keseimbangan. Antara bekerja, istirahat, makan, berteman, hiburan sampai melaksanakan ibadah harus tidak kekurangan, pun tidak berlebihan.
Menjalankan ibadah itu baik. Namun tatkala melaksanakan ibadah yang melampaui batas biasanya cepat mendapatkan kebosanan. Ini biasanya karena ibadah yang dijalani bercampur dengan niat atau maksud lain, bukan semata mengharap ridha dari Allah SWT.
Jika berlebihan dalam menjalankan sesuatu, akan mengantarkan pada suatu hal yang buruk dan bahkan ada yang terabaikan. Selain bagi diri sendiri, cara hidup demikian juga merugikan orang lain.
Dalam Islam ada larangan berlebihan dalam ibadah. Ini sesuai firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 171:
يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ ۚ
Artinya; Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar.
Ada juga kisah di zaman Rasulullah SAW, datanglah seorang ayah mengadukan kelakuan anaknya bernama sahabat Abdullah bin Amru yang berlebihan dalam beribadah. Abdullah diketahui selalu salat sepanjang malam, puasa sepanjang tahun dan mengkhatamkan Alquran sepanjang malam.
Mendengar cerita itu, Rasulullah berpesan untuk disampaikan pada Abdullah, "Hai Abdullah, salat dan tidurlah, serta berpuasa dan berbukalah, dan taatilah bapakmu.”
Untuk itu, agar hidup bisa lebih bermakna dan tenang, janganlah selalu berlebihan. Segala aktivitas tetap perlu dilakukan dengan sungguh-sungguh hanya ingin mencapai ridha Allah, namun tetap diukur sesuai kemampuan, Karena Allah menyukai yang sedang-sedang saja atau tidak berlebihan.
















