Penjelasan Dibolehkannya Salat Tahajud Setelah Witir
Abdul Rahman Ahdori
Sebagai bulan rahmat, umat Islam berlomba-lomba melaksanakan kebaikan serta amaliah-amaliah di bulan Ramadan. Salat tahajud merupakan salah satu jalan untuk meraih pahala bulan suci yang biasanya dilakukan tengah malam.
Pertanyaannya, bagaimana status Salat tahajudnya? padahal sebelumnya ia telah melaksanakan witir. Sebagaimana kita tahu bahwa witir merupakan pamungkas salat sunnah malam, hal ini sebagaimana hadits berikut ini:
اجْعَلُوا آخِر صَلاَتِكُمْ وتْرَا
Artinya: "jadikan akhir Salat kalian berupa witir" (muttafaq alaih)
Berdasarkan hadist di atas, witir sebagai pamungkas salat malam, sebagaimana dijelaskan dalam Mausuah al-ahadits an-nabawiyah:
اي: أمَر؛ بأن نجعل صلاة الوتر ختاما لصلاة الليل، كما أن صلاة المَغرب وِتر صلاة النهار وختامها؛ فكذلك صلاة الوِتر بالنسبة لقيام الليل
Artinya: "Maksudnya Rasulullah memerintahkan (menganjurkan) agar Salat witir sebagai pamungkas Salat malam, sebagaimana maghrib itu merupakan witirnya pada siang sekaligus pamungkasnya. Begitu pula dinisbatkan bagi malam."


















