Begini Sejarah Salat Tarawih Dilaksanakan 8 dan 20 Rakaat
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) – Pengawas Timker Pengendalian Mutu Pelatihan Kementerian Agama (Kemenag) Saipul Bahri menjelaskan mengenai periode Shalat Tarawih, sejarah bagaimana dilaksanakan 8 rakaat dan 20 rakaat, Sabtu (15/3/2025).
Saipul Bahri menyebutkan, di dalam kitab Hidayatul Muttahi, Salat Tarawih dalam pelaksanaannya dijelaskan menjadi beberapa periode.
Periode Pertama, adalah pada masa Rasulullah SAW. Ia menjelaskan, pada masa Rasulullah SAW, Salat Tarawih dilaksanakan 8 rakaat, kemudian ditambah dengan Witir 3 rakaat menjadi 11 rakaat.
“Hal ini dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Muttafaqun ‘Alaih yang mana pada hadits tersebut adalah sangat jelas bahwa Rasulullah pada malam di bulan Ramadan melaksanakan salat tarawih sebanyak 11 rakaat,” jelasnya.
Periode Kedua, adalah pada masa Umar Bin Khattab RA. Saipul menjelaskan, pada masa Umar Bin Khattab, pelaksanaan salat tarawih diubah menjadi 20 rakaat, ditambah dengan witir 3 rakaat. Maka jumlah secara keseluruhan menjadi 23 rakaat.
















