Umat Islam Harus Tahu! Ini Sejarah Singkat Puasa Asyura
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI)-Tak terasa kita telah memasuki bulan Muharram, awal bulan dalam kalender Hijriah. pada bulan Muharram, Allah memiliki hari yang sangat Dia muliakan yakni hari Asyura. Pada hari Asyura itu lah terdapat kejadian, hal-hal penting, yang berhubungan dengan bulan Muharram.
Kiai muda Nahdlatul Ulama Muhammad Ali Fikri mengatakan, ada dua pendapat dalam penamaan Asyura. Pendapat yang pertama adalah Asyura yang diambil dari kata Asyirah (kesepuluh) untuk pleonastis (yang dilebih-lebihkan) dan diagungkan. Sedangkan pendapat yang kedua merupakan pendapat yang paling banyak, yakni kata Asyura adalah hari kesepuluh dari bulan Muharram.
Ali menambahkan, dalam catatan sejarah islam, di bulan Asyura saat Nabi Muhammad hijrah dari Makkah ke Madinah, bertemu dengan kaum Yahudi yang sedang berpuasa pada hari Asyura. Karena itu, Nabi Muhammad saw memerintahkan para sahabat untuk berpuasa Asyura.
“Hal ini sebagaimana hadits nabi, dari sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhu beliau berkata: “Tatkala Nabi Muhammad saw datang ke kota Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi sedang berpuasa di hari Asyura, lantas beliau bersabda kepada mereka, 'Hari apa yang kalian sedang berpuasa ini?. Mereka menjawab 'Hari ini adalah hari yang agung. Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya pada hari ini dan menenggelamkan Fir’aun beserta pasukannya. Maka Musa berpuasa pada hari ini sebagai rasa syukur dan kami turut berpuasa. Maka Rasulullah saw bersabda, 'Maka kami dengan Musa lebih berhak dan lebih utama daripada kalian.’ Maka Rasulullah saw berpuasa dan memerintahkan berpuasa.” HR Bukhari dan Muslim.” kata Ali dalam tulisan yang tayang di NU Online, dilihat Erakini, Kamis (27/7/2023).
















