Bagaimana jika Banyak Tidur saat Berpuasa di Bulan Ramadhan? Begini Kata Gus Baha
Riduwan
KETIKA berpuasa, tidak jarang orang memilih untuk menghabiskan waktu dengan banyak tidur. Pasalnya, tubuh yang tidak mendapatkan asupan nutrisi selama seharian, mengakibatkan energi seperti terkuras, tubuh mudah lelah, dan sering mengantuk. Ditambah lagi dengan adanya dalil penguat bahwa salah satu keutamaan orang berpuasa ialah tidurnya saja berstatus sebagai ibadah.
Berikut hadits yang menjelaskan tentang hal ini:
نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ وَذَنْبُهُ مَغْفُوْرٌ
Artinya: “Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amal ibadahnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni” (HR Baihaqi).
Walaupun jalur periwayatannya dianggap lemah, namun Gus Baha atau KH Ahmad Bahauddin Nursalim dalam ceramahnya di kanal YouTube Santri Gus Baha, menjelaskan dan membenarkan maksud dari hadits ini.
Dengan menggunakan kerangka berfikir Ushul Fiqh, ulama Rembang itu menjelaskan bahwa orang yang banyak tidur saat puasa tidak dipandang oleh malaikat sebagai orang yang meninggalkan salat dhuha, salat tahajud, atau amal-amal ibadah lainnya.
Namun, pakar Tafsir itu berharap Malaikat atas dasar Ushul Fiqh, mencatat orang yang tidur saat berpuasa merupakan bentuk ikhtiar dalam meninggalkan maksiat. Sebab bisa jadi saat orang berpuasa jika terjaga atau terbangun, akan melihat dosa-dosa, atau melakukan hal-hal yang mengurangi pahala seperti bergosip.
Dengan demikian, banyak tidur saat berpuasa yang kita anggap perbuatan negatif atau bentuk pekerjaan malas-malasan itu, menjadi suatu yang positif karena memiliki keberkahan terhindar dari maksiat. Sehingga, benarlah kualitas ayat 23 dalam surat Ar-rum.
وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦ مَنَامُكُم بِٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱبْتِغَآؤُكُم مِّن فَضْلِهِۦٓ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ
Artinya: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan. (Qs. Ar-Rum : 23)
















