Terpana dengan Bukit Batu di Tanah Suci
Abdul Rahman Ahdori
MAKKAH, (ERAKINI) - Arab Saudi, negara gurun yang dikenal dengan suhu panas ekstrem. Selain itu, yang ada di benak saya ketika pertama kali mendengar Saudi Arabia yaitu gersang. Tidak ada dalam pikiran saya bahwa di Arab Saudi terdapat gunung bebatuan yang indah--yang menurut catatan sejarah Islam, memiliki nilai spiritual yang tinggi.
Ya, ternyata kekaguman pertama saya pada Arab Saudi ketika pertama kali menginjakkan kaki di Jeddah, Kamis (22/4/2026), yaitu kepada gunung bebatuan. Mata saya tidak bisa berkedip, ketika melihat gunung-gunung atau orang Indonesia menyebutnya bukit, sepanjang perjalanan dari Jeddah ke Makkah.
Nama gunung yang populer dan diabadikan dalam catatan sejarah Islam di Makkah antara lain Jabal Nur (Gua Hira), Jabal Tsur, Jabal Abu Qubais, Jabal Khandama, Jabal Quaiqian, Jabal Omar dan Jabal Thabir.
Biasanya setiap musim haji, tempat-tempat tersebut ramai diziarahi oleh jemaah dari berbagai negara, tidak terkecuali dari Indonesia. Adapun lokasi hotel tempat kami menginap tepat berada di depan Jabal Thabir, wilayah Syisyah, Makkah.
Ketika menatap gunung ini, saya teringat cerita soal domba yang menjadi pengganti kurban Nabi Ibrahim AS atas anaknya Ismail AS. Kebetulan gunung ini menjadi lokasi diturunkannya domba tersebut.
Menilik cerita dari warga Indonesia yang sudah lama di sini, setiap tiba waktu Iduladha, orang-orang menyembelih hewan kurban di kaki gunung Thabir. Tidak lain, sebagai bentuk peringatan dimana dulu domba pengganti Nabiyullah Ismail AS juga di sini.
Lebih jauh, gunung di Arab Saudi yang curam dan penuh dengan bebatuan tajam mengajak saya berpikir, betapa besarnya perjuangan umat Islam yang dipimpin Nabi Muhammad SAW ketika berperang melawan kafir Quraisy. Sulit dibayangkan, betapa hebatnya umat Islam, mampu memenangi peperangan di tempat-tempat yang mustahil bisa selamat.


















