Dalil Menggelar Haul di Kalangan Masyarakat Muslim Indonesia
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Tradisi haul sudah menjadi praktik keagamaan sebagian umat Islam Indonesia. Tradisi haul digelar dengan doa bersama khusus almarhum almarumah yang telah tiada.
Dilansir dari berbagai sumber, Minggu (5/4/2026), secara bahasa, haul berasal dari bahasa Arab yang berarti satu tahun. Dalam praktiknya, tradisi ini memiliki beragam bentuk pelaksanaan, mulai dari lingkup keluarga hingga peringatan besar yang melibatkan masyarakat luas.
Pada tingkat keluarga, haul biasanya digelar secara sederhana dengan mengundang warga sekitar untuk berkumpul dan memanjatkan doa bagi almarhum.
Sementara itu, di lingkungan pondok pesantren, pelaksanaan haul cenderung lebih besar karena melibatkan santri, alumni, dan masyarakat umum, terutama jika tokoh yang diperingati merupakan pendiri pesantren.
Adapun haul berskala besar umumnya diperuntukkan bagi ulama atau tokoh besar penyebar Islam di Nusantara, seperti Wali Songo. Kegiatan ini bahkan bisa menarik jamaah dari berbagai daerah hingga lintas provinsi.
Dalil Tradisi Haul
Pelaksanaan haul memiliki dasar dalam ajaran Islam, salah satunya merujuk pada hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam Muslim.

















