JAKARTA, (ERAKINI) - Seorang pendakwah asal Kediri, Jawa Timur, Elham Yahya menjadi sorotan publik karena dinilai telah melakukan perbuatan amoral kepada anak-anak. Apa yang dilakukan Elham tersebut jelas meruntuhkan harkat dan martabat para pendakwah yang setiap hari mensyiarkan nilai dan ajaran Islam dengan benar.
Lalu bagaimana seharusnya menjadi seorang pendakwah yang baik menurut ajaran Islam?
Dilansir dari NU Online pada Kamis (13/11/2025), harus dipahami dulu bahwa perintah menjadi dai, penyeru kebaikan (amar ma‘ruf) dan pencegah kemunkaran (nahyi munkar), telah ditegaskan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:
“Hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma‘ruf dan mencegah yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung,” (Surat Ali ‘Imran ayat 104).
Namun, perintah ini bukan berarti setiap orang dapat serta-merta melakukan amar ma‘ruf nahyi munkar tanpa memenuhi syarat dan memahami metode dakwah yang benar.
Merujuk pada kitab Tanbihul Ghafilin karya Syekh As-Samarqandi, setidaknya ada 5 syarat penting yang harus dipenuhi oleh seorang pendakwah.
Berikut kelima syarat tersebut beserta penjelasannya.
1. Memiliki Ilmu yang Memadai
Seorang dai harus memahami dengan jelas apa yang termasuk ma‘ruf (kebaikan) dan apa yang tergolong munkar (kemungkaran). Mustahil seseorang mampu menyeru kepada kebaikan jika ia sendiri belum mengetahui batasan dan hakikat keduanya.
Selain itu, seorang pelaku amar ma‘ruf nahyi munkar perlu memahami kondisi dan karakter masyarakat yang diserunya, latar belakang pendidikan, status sosial, budaya, serta hukum yang berlaku di lingkungannya.
Jika dihadapkan pada pertanyaan yang belum diketahui jawabannya, seorang dai hendaknya tidak segan berkata “wallahu a‘lam” atau menunda jawabannya hingga memperoleh pengetahuan yang benar.
2. Berakhlak dan Menyeru dengan Kasih Sayang
Dakwah harus dilakukan dengan menjunjung tinggi akhlak, niat tulus dan kasih sayang, bukan dengan cara keras atau memaksa. Pendekatan kasar justru bisa membuat orang menjauh dari kebenaran.
Pada poin ini, tentu bertolak belakang dengan yang dilakukan Elham Yahya. Dia jelas sekali tidak mencerminkan seorang pendakwah karena tidak menjunjung tinggi nilai-nilai akhlakul karimah.
Sedangkan terkait perkataan yang harus lemah lembut, Allah menjelaskan metode dakwah yang benar dalam firman-Nya:
Artinya, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik,” (Surat Al-Nahl ayat 125).
Dalam Tafsir Muqatil bin Sulaiman, “hikmah” diartikan sebagai Al-Qur’an, sementara “pelajaran yang baik” adalah nasihat yang mengajak kepada kebaikan dan menjauhkan dari keburukan. Ulama lain menafsirkan “hikmah” sebagai kebijaksanaan, dan “pelajaran yang baik” sebagai nasihat yang menyentuh hati, bukan kata-kata yang memecah belah atau mencaci.
3. Memiliki Kesabaran Tinggi
Menempuh jalan dakwah bukan perkara mudah. Seorang dai akan menghadapi beragam karakter manusia, kritik, bahkan penolakan. Karena itu, kesabaran menjadi kunci utama.
Pesan ini juga tercermin dalam nasihat Luqman Al-Hakim kepada anaknya:
“Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sungguh yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah),” (Surat Luqman ayat 17).
4. Mengamalkan Apa yang Didakwahkan
Seorang dai harus menjadi teladan bagi umatnya. Keteladanan adalah kunci keberhasilan dakwah Rasulullah SAW. Tanpa itu, dakwah akan kehilangan pengaruh dan makna.
Allah SWT berfirman:
“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri,” (Surat Al-Baqarah ayat 44).
Dan dalam ayat lain, Allah mengingatkan:
كَبُرَ مَقْتاً عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لا تَفْعَلُونَ
Artinya, “Amat besar kebencian di sisi Allah ketika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan,” (Surat As-Shaff ayat 3).
5. Ikhlas Mengharap Ridha Allah
Tujuan utama berdakwah bukanlah popularitas, pujian, atau kekuasaan, melainkan mencari ridha Allah SWT semata. Dakwah adalah panggilan iman untuk menyeru manusia kepada tauhid, kebaikan, dan keselamatan dunia akhirat.
Dengan memenuhi lima syarat ini, seorang dai tidak hanya menjadi penyampai ajaran Islam, tetapi juga teladan yang menjunjung tinggi akhlakul karimah serta menumbuhkan kedamaian dan perubahan positif di tengah-tengah masyarakat.