Tafsir Imam Qurthubi: Rezeki dan Kuasa Allah dalam Surat Al-Waqi'ah Ayat 63-64
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Konsep rezeki dalam Islam tidak hanya soal uang, tetapi memiliki sahabat dan keluarga yang baik termasuk rezeki yang patut disyukuri. Namun begitu, rezeki yang diraih oleh setiap individu mengacu kepada bagaimana dia bersikap dan bertanggung jawab kepada apa yang menjadi kewajibannya sebagai umat Manusia.
Misalnya saja dalam konteks rezeki dalam bentuk uang, semua itu tergantung dari seberapa keras usaha dia untuk mendapatkan uang tersebut. Namun disamping kerja keras, setiap individu harus menyadari bahwa dalam setiap langkahnya ada kuas Allah yang kapan saja bisa ditujukan kepada hamba-Nya.
Salah satunya soal rezeki tersebut. Islam sendiri telah menjamin bahwa setiap makhluk hidup di dunia ini, sekecil atom sekalipun sudah pasti diberikan rezeki oleh Allah swt.
Tak lupa, cara kita mencari rezeki tersebut harus diiringi dengan ridha dari Allah swt sebagaimana yang diajarkan syariat Islam. Sebagaimana maut dan jodoh, perkara rezeki memang kadang kala tidak pernah masuk di akal. Allah sendiri telah menjamin hal tersebut. Kuncinya, kita yakin dan percaya dengan kemurahan Allah swt.
Hal ini seperti yang diterangkan Allah swt dalam Al-Quran Surat Al-Waqi‘ah [56] ayat 63-64, sebagai berikut:
اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تَحْرُثُوْنَۗ ءَاَنْتُمْ تَزْرَعُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الزّٰرِعُوْنَ

















