Ribuan jemaah haji sedang melaksanakan rangkaian ibadah haji (Foto: Kemenag)
Ibadah haji merupakan rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang mampu. Salah satu perbedaan ibadah haji dengan ibadah lainnya yaitu, ibadah haji tidak hanya memerlukan kesiapan fisik, namun juga kesiapan materi, ilmu, dan spiritual.
Ini juga alasan Islam memberlakukan ibadah haji hanya kepada yang benar-benar siap dengan memiliki bekal yang cukup dan keadaan mental yang sehat, terhitung sejak ia berangkat hingga pulang.
Keistimewaan lain dari ibadah haji karena menjadi pelengkap dari semua rukun-rukun Islam yang lima, setelah syahadat, shalat, puasa, zakat, kemudian haji bagi yang mampu.
Sebagai ibadah penyempurna, seseorang tentu mengharapkan agar ibadah hajinya tersebut mabrur atau sempurna. Seperti dikutip dari NU Online, Imam Gazali mengatakan bahwa terdapat amalan-amalan sebelum berangkat haji.
Menurut Imam Gazali, amalan-amalan yang bisa dilakukan oleh jamaah haji sebelum berangkat menuju Makkah sangat banyak jumlahnya. Di antaranya, yaitu:
Pertama, Tobat. Amalan pertama yang dianjurkan bagi jamaah haji sebelum berangkat adalah tobat kepada Allah, dengan memohon ampunan atas segala dosa-dosanya, kemudian mengembalikan semua hak-hak orang lain yang pernah diperoleh dari mereka, seperti membayar hutang dan mengembalikan barang pinjaman dan lainnya, menyediakan nafkah bagi setiap orang yang menjadi tanggungjawabnya, membawa harta halal yang bisa dijadikan bekal sejak berangkat hingga pulangnya, dan bersedekah sebelum berangkat menunaikan ibadah .
Kedua, Shalat Sunnah Dua Rakaat dan Doa. Amalan kedua yang dianjurkan bagi jamaah haji adalah shalat dua rakaat ketika hendak berangkat. Tata caranya adalah sebagaimana shalat sunnah pada umumnya.
Hanya saja, pada rakaat pertama membaca surat Al-Kafirun setelah membaca surat Al-Fatihah, dan membaca surat Al-Ikhlas di rakaat kedua setelah surat Al-Fatihah. Setelah shalat ini selesai, maka membaca doa berikut:
Artinya, “Ya Allah, Engkau adalah kawan dalam perjalanan dan Engkau adalah penjaga keluarga, harta, anak, dan teman, selamatkan kami dan mereka dari setiap petaka dan penyakit. Ya Allah, dalam perjalanan ini kami memohon kepada-Mu kebaikan, ketakwaan, dan amal yang Engkau ridhai. Ya Allah, dekatkan dan mudahkanlah perjalanan ini untuk kami. Anugerahkan pada kami dalam perjalanan ini keselamatan badan, agama, harta, serta sampaikanlah kami untuk menunaikan haji ke rumah-Mu dan menziarahi makam Nabi-Mu Muhammad saw.
Kemudian setelah selesai membaca doa ini, dan keluar hingga sampai pada pintu rumah sebelum melangkah keluar, maka dianjurkan membaca doa berikut:
Artinya, “Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan selain dengan pertolongan Allah. Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari kesesatan dan yang menyesatkan, dari hina dan dihinakan, dari tergelincir dan yang digelincirkan, dari perbuatan zalim dan dizalimi, atau dari kebodohan dan memperbodoh. Ya Allah, aku keluar bukan untuk kejelekan, tidak pula terburu-buru, tidak karena ingin dipuji dan pamer, tapi aku keluar untuk menjauhi amarah-Mu dan mengharap ridha-Mu, dan untuk menunaikan kewajiban-Mu, mengikuti sunnah Nabi-Mu, dan karena kerinduan ingin bertemu dengan-Mu.”
Setelah selesai membaca doa tersebut, dan sudah mulai melangkah keluar untuk meninggalkan rumah, maka dianjurkan membaca doa berikut:
Artinya, “Ya Allah, bersama-Mu aku pergi, kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku berpegang teguh, dan untuk-Mu aku mengarahkan diriku. Ya Allah, Engkau adalah kepercayaanku, dan Engkau adalah harapanku, cukuplah apa yang penting bagiku, dan (juga) apa yang tidak aku angap penting, dan Engkau lebih mengetahui daripada aku tentang hal ini. Sungguh mulia perlindungan-Mu, dan agung pujian kepada-Mu, tiada Tuhan selain Engkau. Ya Allah, tambahkanlah ketakwaan padaku, ampunilah dosaku, dan arahkan aku ke jalan kebaikan , kemana pun aku menuju.”
Ketiga, Membaca Doa ketika Hendak Menaiki Kendaraan. Amalan yang dianjurkan selanjutnya adalah ketika hendak menaiki kendaraan. Dalam hal ini, orang-orang yang hendak menunaikan ibadah haji dianjurkan untuk membaca doa berikut:
Artinya, “Dengan menyebut nama Allah, dengan (pertolongan) Allah, dan Allah Maha Besar. Aku berserah diri kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Mulia, dan Maha Agung. Apa yang Allah kehendaki, maka ia aka nada, dan apa yang tidak Dia kehendaki, maka tidak ada. Mahasuci Allah, yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Ya Allah, sungguh aku menghadapkan wajahku kepada-Mu, dan memasrahkan semua urusanku kepada-Mu, aku berserah kepada-Mu dalam semua urusanku, Engkau yang mencukupiku dan dan sebaik-baik pelindung.”
Selanjutnya, setelah sempurna menaiki kendaraan, maka dianjurkan untuk membaca tasbih dan doa berikut:
Artinya, “Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami ke (surga) ini. Kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjukkan kami. Ya Allah, Engkau adalah Zat yang menanggung punggung, dan Engkaulah yang diminta pertolongan atas semua urusan.”
Keempat, Shalat Dua Rakaat dan Membaca Doa ketika Sampai. Sebagaimana dianjurkan shalat sunnah dua rakaat ketika hendak berangkat menunaikan ibadah haji, maka ketika sampai pada tempat tujuan pun juga dianjurkan untuk shalat sunnah dua rakaat sebagaimana shalat sunnah ketika hendak berangkat, kemudian membaca doa berikut:
Artinya, “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, yang tidak dapat dijangkau orang yang baik dan yang jahat dari keburukan semua makhluk.”