Kisah Siti Aminah saat Mengandung Nabi Muhammad SAW di Bulan Rajab
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Nabi Muhammad SAW diyakini diutus Allah SWT ke muka bumi dalam keadaan suci dan sempurna sebagai manusia pilihan-Nya. Kesempurnaan akhlak serta mukjizat yang melekat pada diri Rasulullah menjadi keutamaan yang membanggakan umat Islam hingga kini.
Salah satu fase penting dan penuh berkah dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW adalah masa awal beliau dikandung oleh ibundanya, Siti Aminah binti Wahab. Sejumlah riwayat menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi pada bulan Rajab, salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam.
Dalam kitab Al-Anwârul Muḥammadīyah karya Syekh Yusuf bin Isma’il an-Nabhani, disebutkan bahwa pada malam Jumat di bulan Rajab, saat Nabi Muhammad SAW mulai dititipkan dalam rahim Siti Aminah, Allah SWT memerintahkan Malaikat Ridwan untuk membuka pintu Surga Firdaus sebagai bentuk penghormatan.
Pada malam tersebut, para malaikat di langit dan bumi dikisahkan mengumandangkan kabar tentang hadirnya cahaya suci Nabi Muhammad SAW dalam rahim ibunya. Seruan itu menegaskan bahwa Muhammad merupakan sosok berakhlak mulia yang diutus sebagai pembawa kabar gembira sekaligus peringatan bagi umat manusia.
Riwayat tersebut menunjukkan bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW telah dinantikan bahkan sebelum beliau terlahir ke dunia. Meski terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai waktu pasti awal kehamilan Siti Aminah, sebagian ulama menyatakan bahwa jika Nabi Muhammad lahir pada bulan Rabi’ul Awwal, maka masa kehamilan itu kemungkinan dimulai pada bulan dengan masa kandungan sekitar sembilan bulan.

















