Masjid Haji Keuchik Leumiek di Kompleks Lembaga Pendidikan Islam Yayasan Haji Keuchik Leumik, Gampong Lamseupeung, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh. Foto: Instagram @masjidhkl
Masjid dalam sejarahnya mempunyai arti penting dalam kehidupan umat Islam. Masjid sejak masa Rasululla SAW telah menjadi sentra utama seluruh aktivitas umat Islam. Sejak masa Rasulullah SAW, masjid sudah berfungsi sebagai sentra kegiatan-kegiatan pendidikan, yakni tempat pembinaan dan pembentukan karakter umat. Bahkan lebih strategis, pada masa Rasulullah SAW, masjid menjadi sentra kegiatan politik, ekonomi, sosial, dan budaya umat.
Artinya, keberadaan masjid kini tidak hanya untuk tempat beribadah semata. Di era saat ini, banyak yang datang ke masjid untuk beribadah sekaligus berwisata. Banyaknya masjid-masjid yang dibangun dengan megah dan unik, menjadikan rumah ibadah umat Islam itu menjadi lokasi wisata religi. Salah satu masjid yang banyak dikunjungi masyarakat sebagai lokasi wisata religi adalah Masjid Haji Keuchik LeumiekBanda Aceh.
Masjid Haji Keuchik Leumiek memiliki arsitektur yang megah dan indah, sehingga bisa digunakan juga untuk pertemuan dan acara-acara besar. Berdiri megah di sisi sungai yang lebih dikenal dengan nama Krueng Aceh, di Gampong Lamseupeung, Kecamatam Lueng Bata, masjid bergaya Timur Tengah ini telah menarik perhatian banyak warga Banda Aceh dan sekitarnya, bahkan kota-kota lain di Indonesia.
Masjid ini tergolong masih baru. Peletakan batu pertama pembangunan masjid ini dilakukan oleh Imam besar Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh Prof Dr Azman Ismail bersama Wali Kota Banda Aceh kala itu Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, keuchiek dan imam gampong, serta keluarga Haji Keuchiek Leumiek pada 10 juli 2016. Masjid ini selesai dibangun tahun 2019.
Masjid yang dibangun keluarga Haji Harun Keuchiek Leumiek ini resmi dibuka untuk umum sejak 28 Januari 2019. Mengutip laman diskominfo.bandaacehkota, Sabtu (9/3/2024), peresmian masjid ini dilakukan oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah.
“Akan mendukung wisata religi di Banda Aceh. Apalagi kota kita telah dinobatkan sebagai destinasi wisata halal terpopuler di Indonesia. Dengan promosi yang baik, masjid ini akan menambah destinasi wisata religiBanda Aceh,” ungkapnya kala itu.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Haji Harun Keuchik Leumik yang istiqamah menjaga kekayaan sejarah Aceh. Di samping itu, sebagai pengusaha emas Haji Harun Keuchik Leumik banyak menciptakan perhiasan dan ornamen-ornamen bermotif pinto Aceh, rencong, dan motif khas Aceh lainnya. Karya-karya Haji Harun Keuchik Leumik banyak diburu oleh wisatawan sebagai souvenir.
Masjid yang memiliki luas 34x22 meter persegi ini berdiri di atas tanah seluas 2500 meter persegi di kompleks Balai Pengajian Haji Keuchiek Leumiek yang memiliki luas total 3500 meter. Masjid ini memang dibangun sangat serius oleh Haji Harun Keuchiek Leumiek. Masjid yang berkapasitas 1.000 jamaah ini dibangun dengan empat keyakinan.
Pertama, harus dibangun dengan bentuk seindah mungkin. Kedua, tidak boleh minta bantuan kemana-mana. Ketiga tidak boleh mengatakan jumah dana yang dihabiskan untuk proses pembangunan masjid. Keempat masjid harus atas nama Keuchik Leumiek.
Masjid ini memiliki sebuah kubah besar, empat kubah kecil dan satu menara, yang menjadi keindahan pertama yang akan dilihat pengunjung. Saat berada di area Masjid Haji Keuchik Leumiek pengunjung akan merasakan seperti di Timur Tengah. Sebab, mulai dari pilihan warna hingga ornamen menjadikan masjid ini kental dengan ciri khas daerah Timur Tengah.
Ketika berada dalam masjid pengunjung akan dibuat takjub dengan desain interior yang seluruhnya di dominasi oleh warna emas, sehingga membuat masjid ini semakin terlihat elegan. Tulisan kaligrafi juga memenuhi bagian dalam masjid. Di bagian depan masjid tepatnya di depan posisi imam melaksanakan shalat, terdapat ornamen yang membentuk pintu yang didominasi warna emas.
Desain dan relief masjid ini dilakukan oleh Kamaruzzaman selaku putra sulung Haji Harun yang juga saat ini merupakan Ketua Badan Kemakmuran Masjid Haji Keuchik LeumiekBanda Aceh.
Selain itu terdapat juga pohon kurma di dalam area Masjid Haji Keuchik Leumiek sehingga menambah daya tarik dari masjid yang bergaya Timur Tengah ini.