Sejarah Masjid Al-Akbar, Tempat Ibadah yang Selalu Dipenuhi Ribuan Jamaah untuk Shalat Tarawih
Abdul Rahman Ahdori







Berdasarkan keterangan di situs resminya, Kamis (7/3/2024), masjid Al-Akbar Surabaya berdiri di atas lahan seluas 11.2 hektar. Masjid yang kerap dikunjungi ribuan jamaah saat bulan Ramadhan ini mulai dibangun pada 4 Agustus 1995. Peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan dilakukan oleh Wakil Presiden RI yang saat itu dijabat Try Sutrisno.
Lalu pada 20 November 2000, masjid itu diresmikan oleh Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Masjid Al-Akbar Surabaya dapat menampung 30.000 jamaah.
Adapun pemilihan 10 November sebagai hari peresmian, sebab tanggal itu adalah identitas Kota Surabaya, sebagai hari bersejarah bagi Kota Surabaya yang juga hari pahlawan. Peresmian masjid itu juga dibarengkan dengan pembukaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya selaku perancang bangunannya.
Beberapa bagian menarik dari bangunan itu yakni atapnya yang terdiri dari sebuah kubah besar dengan didukung empat kubah kecil berbentuk limasan. Kelima kubah itu menandakan angka lima yang identik dengan rukun Islam. Kemudian ada menara setinggi 99 meter yang merepresentasikan 99 nama dari Allah SWT atau Asmaul Husna.
Mulanya, menara tersebut akan dilengkapi tujuh menara. Tapi karena terbentur krisis ekonomi tahun 1997, akhirnya hanya dibangun satu menara yang kini berdiri kokoh di sudut utara masjid.
Soal akses masuk, tidak usah khawatir akan berdesak-desakan, karena masjid tersebut memiliki 45 pintu. Setiap pintu punya dua daun pintu. Praktis masjid ini memiliki 90 daun pintu. Tidak kalah penting, pintu masjid ini diukir dan dibuat dari kayu jati dengan masing-masing memiliki lebar 1.5 meter dan tinggi 4.5 meter, lalu berat mencapai 250 kilogram.
Sedangkan kusen terbuat dari rangka besi lapis kayu yang dihubungkan ke engsel maupun slot yang telah diselaraskan dengan struktur dan estetika masjid. Selain itu, di serambi masjid terdapat sebuah bedug dan kentongan yang diukir secara khusus.
Ornamen ukir dan kaligrafi juga sangat dominan menghiasi dinding masjid.
Di bagian atas masjid, tepatnya di bagian dalam kubah masjid, terdapat ornamen kaligrafi Alqur’an dengan panjang 180 meter dan lebar 1 meter. Lalu di mihrab, relung imam, dan dinding utama ditempatkan rak Alqur’an berukiran anggung dan indah. Selanjutnya, bentuk kubah mirip setengah telur dengan 1.5 pelapis yang memiliki ketinggian 27 meter yang menumpu pada bentuk piramida.
Lebih dari itu, bicara soal fungsi masjid sebagai tempat ibadah, masjid raya Al-Akbar berkomitmen menyiapkan kondisi yang layak, suci dan nyaman bagi setiap umat Islam yang hendak shalat. Apalagi pada bulan Ramadhan, biasanya petugasnya ditambah untuk memaksimalkan pelayanan kepada jamaah.
Tidak hanya untuk beribadah atau shalat tarawih, Masjid Raya Al-Akbar juga digunakan sebagai tempat pengajian dan sekolah. Pihak masjid Al-Akbar beralasan bahwa memakmurkan masjid itu tidak hanya menjadikannta sebagai tempat shalat, tapi dikelola sebagai pusat pendidikan dan peradaban masyarakat sekitar.
Rencananya pada Ramadhan 1445 H tahun 2024 ini, masjid Raya Al-Akbar juga akan menggelar berbagai acara yang bisa diikuti oleh seluruh umat Islam di Indonesia. Lokasi masjid Raya Al-Akbar sangat strategis yaitu terletak di Pagesangan, Kec. Jambangan, Surabaya, Jawa Timur.


