Hukum Puasa Ramadan bagi yang Sakit, Begini Ketentuannya
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) – Puasa Ramadan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dijalankan oleh seluruh umat Muslim di dunia. Namun, kewajiban tersebut hanya berlaku bagi mereka yang memenuhi syarat-syarat tertentu, termasuk memiliki kemampuan fisik untuk menjalankannya.
Bagi orang yang sakit dan tidak mampu berpuasa, Islam memberikan keringanan berupa dispensasi atau rukhshoh. Mereka diperbolehkan tidak berpuasa, dengan ketentuan wajib menggantinya di hari lain atau membayar fidyah, sesuai dengan kondisi yang dialaminya.
Dilansir dari NU Online, syarat wajib puasa Ramadan mencakup beberapa hal, di antaranya beragama Islam, sudah baligh, berakal sehat, suci dari haid dan nifas bagi perempuan, serta mampu secara fisik (ithaqah) untuk berpuasa. Jika salah satu syarat ini tidak terpenuhi, maka kewajiban puasa tidak lagi berlaku bagi orang tersebut.
Dasar hukum puasa bagi yang sakit
Dalam al-fiqhul Islami dijelaskan beberapa hal yang bisa memperbolehkan seseorang untuk tidak berpuasa, diantaranya adalah sakit (al-maradh) berdasar pada firman Allah berikut (al-Baqarah 183-184):
يا أيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون أياما معدودات فمن كان منكم مريضا أو على سفر فعدة من أيام أخر وعلى الذين يطيقونه فدية طعام مسكين فمن تطوع خيرا فهو خير له وأن تصوموا خير لكم إن كنتم تعلمون

















