JAKARTA, (ERAKINI) - Jacksen F Tiago sempat menggemparkan jagad maya pada 2024. Legenda hidup sepakbola Indonesia asal Brasil, baik sebagai pemain dan pelatih itu memutuskan memeluk agama Islam di Samarinda, Kalimantan Timur. Kabar itu dibagikan oleh putra Jacksen, Hugo Samir lewat Instagram pribadinya.
Sebelum memutuskan mualaf, legenda Persebaya Jacksen F Tiago merupakan sosok mantan pelatih Timnas Indonesia yang menganut agama Kristen. Namun, Jacksen F Tiago tetap mewujudkan sikap toleransi yang begitu kental sebelum ia memutuskan .
Lantas, bagaimana kisah mualaf dan perjalanan spiritual Jacksen F Tiago mewujudkan toleransi beragama di dalam lingkungan keluarganya?
Potret Jacksen telah memeluk agama Islam bermula dari unggahan Instagram putranya, Hugo Samir selaku mantan pemain Timnas Indonesia U20 dan U24. Dalam proses mualafnya, Jacksen F Tiago terlihat menggunakan baju koko bernuansa Islami berwarna cokelat. Ia tampil alih-alih telah menemukan hidayahnya saat bersyahadat.
Detik-detik Jacksen mualaf dibagikan para sahabatnya di media sosial. Jaksen mualaf dengan bimbingan langsung Ustaz H Nasikhin.
Mantan pelatih Persipura Jayapura itu melakukan proses syahadat berlangsung di Pondok Pesantren Nabil Husein, Samarinda pada 15 Oktober 2024. Alasan legenda Persebaya itu menjadi mualaf atas keinginannya sendiri. Tak ayal, ia memiliki keluarga yang menganut agama Islam.
Alhasil, ia yang semulanya bernama Jacksen Ferreira Tiago, akhirnya mengganti namanya menjadi "Samir Ferreira Tiago setelah resmi memeluk agama Islam. Hugo Samir menuliskan kalimat yang menyentuh sebagai bentuk kasih sayang kepada ayahnya tersebut.
"Tidak ada kata-kata yang bisa menjelaskan perasaanku saat ini, ayah. Aku menyayangimu Mr Samir Fereirra Tiago," tulis Hugo Samir dalam unggahannya.
Keputusan mualaf pria yang akrab disapa Papi Jacko ini disambut positif. Usai mengucapkan kalimat syahadat, beberapa orang menyambutnya dengan kalimat syukur. "Alhamdulillah," sahut beberapa orang sebagaimana terlihat dalam video.
"Alhamdulillah papa Jacksen Tiago, semoga selalu sehat dan selalu dimudahkan rezeki papa dan keluarga. Aamiin allahumma aamiin." ujar satu netizen.
Jacksen F Tiago Jacksen F Tiago mengarungi perjalanan hidupnya di tengah toleransi beragama. Ia mewujudkan hal itu langsung di dalam keluarga tercintanya
Uniknya, keluarga Jacksen F Tiago sangat multikultural. Hal ini mengingatkan saat itu ia masih beragama Kristen dan keluarga kecilnya menganut agama Islam. Jacksen menikahi wanita asal Surabaya, Nadirah Bajamal dan mempunyai dua putra. Sang istri kebetulan berstatus wanita keturunan Arab.
Sikap toleransi dimiliki Jacksen sangat tinggi. Ia tidak memaksakan putranya mengikuti kepercayaan ibunya, yakni agama Islam.
Perbedaan agama tidak menghalangi Jacksen untuk tetap hidup bahagia. Mantan pelatih Timnas Indonesia itu bahkan merasa bangga mempunyai putra yang berpegang teguh pada agama Islam.
Jacksen lahir di Rio de Janeiro, Brazil, 28 Mei 1968. Alih-alih bermain di tanah kelahirannya, Jacksen memilih untuk berkarier dalam sepakbola Indonesia. Klub pertama yang dipilihnya adalah Petrokimia Putra Gresik atau Persegres. Jacksen pun berhasil membawa klub ini menjadi runner up Liga Indonesia musim 1994/1995.
Suami dari Fatima Coelho Tiago ini lalu bergabung dengan klub PSM Makassar pada musim keduanya. Ia juga berhasil membawa timnya menuju final, walaupub ia gagal menjadi juara.
Pada musim ketiganya, Jacksen bergabung dengan klub Persebaya. Bersama "Bajul Ijo", baru lah Jacksen berhasil meyabet gelar juara Liga Indonesia 1997. Bahkan, ia berhasil menjadi Top Skorer.
Sempat pindah ke Singapura dan kembali bergabung dengan Persebaya, Jacksen lalu memutuskan pensiun pada 2002. Setelah itu, dia menjadi pelatih. Di bawah asuhan Jacksen, Persebaya berhasil merebut gelar juara Divisi I pada musim 2002/2003.
Tak hanya itu, Jacksen juga berhasil meraih trofi untuk musim selanjutnya. Ia kembali mengantarkan Persebaya menjadi juara Divisi Utama Liga Indonesia musim 2003/2004. Banyak klub Indonesia yang sudah dilatihnya, seperti Persita Tangerang, Persiter Ternate, Mitra Kukar, Persitara, dan Persipura. Hingga akhirnya ia resmi menjadi pelatih Timnas Indonesia Senior pada 2013.
Momen penting dalam kehidupan mantan pemain Petrokimia Putra yang jadi top skor Liga Indonesai II dengan 26 gol itu juga ia unggah di Instagram pribadinya. Bagi para Bonek dan Persebaya, Jacksen F Tiago merupakan sosok yang disegani.
Ia layak menyandang legenda hidup Green Force karena turut membantu tim kebanggaan Surabaya itu meraih gelar Liga Indonesia tahun 1997.
Kala itu, bersama Aji Santoso, Uston Nawawi, Carlos de Mello dan sejumlah pemain lainnya sukses mengalahkan Bandung Raya di final yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno.
Mengutip dari Transfermarkt, mantan pemain Petrokimia Gresik itu sudah malang melintang sebagai pelatih di berbagai klub Tanah Air, mulai dari Assyabaab, Persebaya, Persita, Persiter Ternate, Persitara, Persipura, Barito Putera, hingga Persis Solo. Ia juga sempat melatih klub Malaysia yaitu Penang FC, dan juga menangani Timnas Indonesia pada 2013.
Sebagai pelatih, ia juga cukup sukses. Jacksen pernah membawa Persebaya meraih gelar Liga Indonesia musim 2003/2004. Pencapaian terbaiknya adalah membawa Persipura Jayapura meraih tiga gelar Liga Indonesia yaitu musim 2008/2009, 2010/2011, dan 2012/2013.
Di usianya yang sudah 56 tahun, pria kelahiran lahir 28 Mei 1968 ini masih aktif di bidang sepakbola. Mengutip dari akun Instagram pribadinya, Jacksen kini menjabat sebagai Direktur Teknik PSSI Kalimantan Timur. Sementara itu, putranya yang bernama Hugo Samir juga mengikuti jejak ayahnya berprofesi sebagai pesepakbola.
Ia tercatat sebagai pemain Persik Kediri. Pada musim ini, Samir sudah bermain sebanyak empat laga. Ia juga tercatat sebagai pemain Timnas Indonesia U-20.