Rebeca yang kini mengubah namanya menjadi Rebeka Salsabil Ibrahim mengungkapkan alasan utamanya memutuskan menjadi Muslim (Foto: Ist)
JAKARTA, (ERAKINI) - Hidayah itu datang di arena angkat berat. Salah satu atlet angkat berat wanita tersohor asal Latvia, Rebeca Koha mendapatkan hidayah dengan memutuskan mualaf (masuk Islam). Koha mengumumkan keputusan mualafnya itu melalui media sosial (medsos) Instagram pribadinya pada Juli 2020 silam.
Rebeca yang kini mengubah namanya menjadi Rebeka Salsabil Ibrahim mengungkapkan alasan utamanya memutuskan menjadi bagian dari Umat Nabi Muhammad SAW. Dia mengenal lebih dalam soal Islam setelah berpacaran dengan seorang pria yang kini menjadi suaminya.
“Pertama, karena calon suami saya ketika kami mulai berkencan, saya jadi tahu lebih banyak tentang Islam,” tulisnya dalam sebuah komentar di Instagram seperti dikutip erakini, Senin (17/3/2025).
“Terima kasih kepadanya, saya menemukan begitu banyak hal baik dan ini adalah salah satunya. Saya merasakan kedamaian dan kebahagiaan dalam hal ini. Jadi saya merasa benar untuk melakukannya," katanya.
Pada awal Mei 2020 lalu, atlet kelahiran 19 Mei 1998 ini mengumumkan pertunangannya dengan pelempar cakram Qatar, Moaz Mohamed Ibrahim. Ibrahim yang saat itu berusia dua puluh satu tahun memenangkan medali emas di Kejuaraan Atletik Dunia U20 2016 tetapi belum memenangkan medali di kompetisi internasional senior. Koha dan Moaz akhirnya menikah dan saat ini diketahui Koha telah menjadi warga negara Qatar mengikuti suaminya.
Tidak lama setelah mengumumkan dirinya menjadi mualaf, Rebeka Koha memutuskan untuk pensiun sebagai atlet. Untuk yang satu ini, rasa sakit menahun yang mendera lututnya menjadi alasan utama.
“Lewat video telekonferensi, Rebeka Koha mengumumkan mengakhiri kariernya sebagai atlet. Kami menghormati keputusan Rebeka dan mengucapkan terima kasih atas kerja kerasnya selama ini,” bunyi pernyaaan Ketua Asosiasi Olimpiade Latvia (LOV), Einars Fogelis, dikutip dari LSM.LV.
Juara dunia junior dua kali dan pemenang dua kali gelar senior Eropa ini terakhir kali berkompetisi di Kejuaraan Latvia pada awal Maret 2020, di mana ia mencetak rekor baru di Latvia dengan raihan 104 kg dan total 227 kg.
Seiring dengan pengumumannya menjadi seorang mualaf, bintang atlet putri itu juga menghapus sejumlah gambar yang berkaitan dengan kehidupannya masa lalu di medsos.
“Teman-teman terkasih, followers saya, dan semua orang. Saya telah membuat keputusan besar dalam hidup. Saya senang dan berterima kasih untuk itu, dan saya pikir saya melakukan hal yang benar. Ini adalah hari yang istimewa bagi saya karena saya menjadi seorang Muslim,” kata Koha seperti dilansir Iqna.ir pada Selasa 28 Juli 2020.
Rebeka Koha telah menjalankan proses pembacaan dua kalimat syahadat dan memeluk Islam. Ia pun meminta orang-orang tak membagikan foto-foto dirinya pada masa lalu yang memperlihatkan rambut dan bagian tubuhnya ke publik.
“Saya percaya bahwa babak baru yang indah dalam hidup saya bisa dimulai,” kata Koha menjelaskan.
Rebeka Koha menyatakan bahwa keputusannya untuk memeluk Islam adalah awal dari babak baru dalam hidupnya. Ia percaya bahwa langkah ini akan membawanya kepada kehidupan yang lebih baik dan lebih bermakna. Dengan tekad yang kuat dan dukungan dari komunitasnya, Rebeka berkomitmen untuk menjalani hidup sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.
Keputusan Rebeka Koha untuk menjadi seorang mualaf tidak hanya mencerminkan perubahan spiritual tetapi juga menunjukkan keberanian dalam menghadapi tantangan baru dalam hidupnya sebagai seorang atlet wanita di panggung internasional.
Beberapa penggemar dan masyarakat mendukung keputusan Rebeka, menganggapnya sebagai langkah positif dalam hidupnya. Banyak yang mengapresiasi keberaniannya untuk menjalani perubahan signifikan dan mengungkapkan kebahagiaan atas keputusannya menjadi mualaf.
Dalam pengumumannya, Rebeka menyatakan rasa syukur dan keyakinan bahwa ia telah melakukan hal yang benar, yang resonan dengan banyak orang yang menghargai pencarian spiritualnya
Di sisi lain, ada juga suara skeptis dari beberapa kalangan yang mempertanyakan keputusan tersebut. Beberapa orang mungkin merasa bingung atau tidak setuju dengan perubahan drastis dalam gaya hidupnya, terutama terkait dengan penghapusan foto-foto masa lalunya di media sosial dan penampilan barunya setelah mengenakan hijab.
Hal ini menciptakan perdebatan di kalangan masyarakat tentang identitas dan pilihan pribadi dalam konteks budaya Latvia yang lebih sekuler. Keputusan Rebeka untuk menjadi mualaf juga dianggap menginspirasi bagi mualaf lain, terutama wanita, karena ia menunjukkan bahwa perubahan identitas dan gaya hidup dapat dilakukan dengan percaya diri.
Dengan pengumuman ini, banyak media mulai meliput kisahnya, yang membantu meningkatkan kesadaran tentang Islam di kalangan masyarakat umum, serta menunjukkan sisi positif dari mualaf.
Rebeka Koha lahir pada 19 Mei 1998 dan dikenal sebagai salah satu atlet angkat berat terbaik di Latvia. Ia berhasil menorehkan prestasi manis dengan menyabet gelar di Kejuaraan Eropa pada 2018 dan 2019 di kelas 59 kilogram (kg) kala itu. Keberhasilannya di dunia angkat berat membuatnya menjadi salah satu atlet yang diperhitungkan di tingkat internasional.