Doa agar Segera Diberi Momongan, Yuk Amalkan Moms!
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Memiliki buah hati menjadi harapan banyak pasangan, terutama mereka yang baru memasuki gerbang pernikahan. Keinginan untuk segera mendapatkan momongan kerap menggebu di tahun-tahun awal. Namun, dalam ajaran Islam, keturunan adalah rezeki yang datangnya tidak dapat ditebak. Hanya Allah yang mengetahui kapan seorang hamba akan dianugerahi anak.
Tidak sedikit pasangan yang mulai merasa khawatir ketika pernikahan telah berlangsung lama namun belum juga dikaruniai keturunan. Perasaan ini kerap muncul terutama dari pihak istri. Meski begitu, umat Islam diajarkan untuk tidak berputus asa. Usaha lahir dapat ditempuh bersamaan dengan ikhtiar batin, salah satunya dengan mengamalkan doa Nabi Zakaria as.
Nabi Zakaria as sempat berada dalam situasi serupa. Di usia senjanya, beliau dan sang istri belum juga memperoleh keturunan. Dalam keputusasaan yang tetap berbalut harapan, beliau memanjatkan doa yang kemudian diabadikan dalam Al-Qur’an:
رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةًۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ
Artinya, “Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.” (QS Ali ‘Imran: 38).
Doa tersebut dikabulkan. Allah menganugerahi Nabi Zakaria seorang putra saleh bernama Yahya, yang kelak diangkat menjadi nabi.
Ajaran Islam menempatkan keturunan sebagai salah satu aspek penting dalam kehidupan keluarga. Hal ini tercermin dalam tujuan syariat (maqāshidusy syarīah), yakni hifdzun nasl atau menjaga keturunan. Karena itu, pernikahan disyariatkan sebagai salah satu jalan untuk melanjutkan garis keturunan.
Dalam khazanah Islam, keturunan juga digambarkan melalui kisah keluarga Imran, sosok saleh dari Bani Israil yang namanya diabadikan sebagai judul salah satu surat Al-Qur’an. Istrinya, Hannah, mengandung Maryam sebelum Imran wafat. Setelah itu, Nabi Zakaria as yang kemudian mengasuh dan menanggung kebutuhan hidup Maryam. Dari rahim Maryam kelak lahir Nabi Isa as.
Kisah-kisah tersebut menjadi pengingat bahwa harapan memiliki keturunan adalah bagian dari fitrah manusia, namun waktunya sepenuhnya berada dalam ketetapan Allah. Bagi pasangan yang tengah menanti, ikhtiar dapat terus dilakukan sembari memasrahkan hasilnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

















