Siapa Saja yang Wajib Berpuasa? Begini Penjelasan Fikihnya
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Umat Islam di seluruh dunia tengah menjalani puasa Ramadan 1447 H/2026 M. Dalam ajaran Islam, puasa Ramadan merupakan kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan akan mendapatkan dosa dan bila dikerjakan mendapatkan pahala.
Saking wajibnya puasa Ramadan, bagi umat Islam yang memenuhi syarat tapi tidak sempat berpuasa di bulan Ramadan karena satu lain hal, maka ia wajib menggantinya di waktu yang lain.
Adapun penjelasan lebih rinci terkait syarat wajib dan rukun puasa Ramadan sebagai berikut:
Dalam berbagai kitab fikih, para ulama menyampaikan bahwa puasa Ramadan merupakan perkara yang diwajibkan karena ia masuk ke dalam rukun Islam yang ke-4. Ketentuan ini juga sudah tertuang jelas dalam al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 183.
Menurut para ulama tersebut, syarat wajib dan rukun puasa Ramadan yaitu:
1. Muslim/Muslimah.
Bagi seorang Muslim/Muslimah dia sudah terpenuhi syaratnya untuk menjalankan puasa. Puasa Ramadan wajib dilaksanakan oleh seorang Muslim/Muslimah ini sebagaimana termaktub dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi dan Imam Muslim, sebagai berikut:
عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله وسلم يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ


















