Amalan Bulan Muharam yang Bisa Dipraktikan Umat Islam
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Setiap bulan hijriah, memiliki peristiwa penting yang tidak bisa diabaikan begitu saja oleh umat Islam. Tak hanya itu saja, sebagai bulan yang dimuliakan, bulan Muharam memiliki banyak keutamaan yang apabila diamalkan akan mendapatkan pahala.
Para ulama dalam berbagai literatur Islam telah menegaskan bahwa amalan-amalan pada bulan Muharam meliputi salat, puasa, menyambung silaturahim, bersedekah, mandi, memakai celak mata, berziarah kepada ulama (baik yang masih hidup maupun yang telah wafat), menjenguk orang sakit, menambah nafkah keluarga, memotong kuku, mengusap kepala anak yatim, dan membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 1.000 kali.
Untuk memudahkan umat Islam mengingatnya, sebagian ulama menuliskannya dalam bentuk nadham (puisi berirama), seperti yang dilakukan oleh Syekh Abdul Hamid dalam kitabnya Kanzun Naja was Surur Fi Ad'iyyati Tasyrahus Shudur, sebagai berikut:
فِى يوْمِ عَاشُوْرَاءَ عَشْرٌ تَتَّصِلْ * بِهَا اثْنَتَانِ وَلهَاَ فَضْلٌ نُقِلْ
صُمْ صَلِّ صَلْ زُرْ عَالمِاً عُدْ وَاكْتَحِلْ * رَأْسُ الْيَتِيْمِ امْسَحْ تَصَدَّقْ وَاغْتَسِلْ
وَسِّعْ عَلَى اْلعِيَالِ قَلِّمْ ظُفْرَا * وَسُوْرَةَ الْاِخْلاَصِ قُلْ اَلْفَ تَصِلْ
Artinya: Ada sepuluh amalan di hari ‘Asyura, jika ditambah dua maka menjadi sempurna. Berpuasalah, shalatlah, sambunglah silaturahim, ziarahilah orang alim, jenguklah orang sakit, dan pakailah celak. Usap kepala anak yatim, bersedekahlah, mandilah. Tambahkanlah nafkah kepada keluarga, potong kuku, dan bacalah Surat Al-Ikhlas seribu kali."
Nadham ini bukan hanya memuat anjuran-anjuran praktis, tetapi juga sarat nilai spiritual dan sosial yang relevan sepanjang zaman. Amalan-amalan tersebut bersifat sunnah, namun tetap memiliki besar, terlebih bila dilakukan dengan keikhlasan dan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

















