Patung panglima perang Islam Muhammad bin Qasim (Foto: Ist)
JAKARTA, (ERAKINI) - Pada tahun 93 Hijriah (711 M), pasukan Muslim di bawah komando panglima muda Muhammad bin Qasim menaklukkan Kota Debal di wilayah Sindh—kini masuk wilayah Pakistan. Kemenangan ini bukan sekadar catatan militer, tetapi menjadi pintu masuk penyebaran Islam di Asia Selatan, yang kelak memengaruhi kultur dan sejarah serta .
Mengutip jurnal berjudul Kebijakan Keagamaan Sultan Aurangzeb di Indonesia karya Zilfaroni, Kamis (18/9/2025), penaklukan Debal berawal dari meningkatnya kontak antara dunia Arab dan India sejak masa Khulafaur Rasyidin. Khalifah Umar bin Khattab pernah mengirim pasukan ke Sind melalui laut, namun upaya awal itu gagal. Misi serupa dilakukan oleh para khalifah berikutnya hingga masa Ali bin Abi Thalib.
Keberhasilan baru tercapai saat Khalifah al-Walid I dari Dinasti Umayyah mengutus Muhammad bin Qasim. Invasi ini dipicu oleh pembajakan kapal-kapal Arab di dekat Debal. Dalam waktu singkat, Bin Qasim—keponakan sekaligus menantu Hajjaj bin Yusuf—berhasil membangun tatanan sosial dan pemerintahan di Sind. Dia juga berhasil mengelola administrasi dengan profesional, memperkuat keamanan, serta menciptakan harmoni antaragama.
Jurnal itu juga menuliskan bahwa meski membawa panji Islam, Muhammad bin Qasim tidak memaksa penduduk setempat untuk berpindah agama. Ia memperbolehkan masyarakat Brahmanabad tetap menjalankan keyakinan lama dan membangun kuil-kuil. Namun, ia memberlakukan pajak jizyah dengan tarif berbeda: 48 dirham bagi warga kaya, 24 dirham untuk kalangan menengah, dan 12 dirham bagi yang kurang mampu.
"Kepemimpinannya yang adil membuat penduduk Sind menerima kehadiran Islam tanpa konflik besar. Namun, akhir hidupnya tragis. Setelah pertikaian politik antara Hajjaj bin Yusuf dan Khalifah Sulaiman, ia dipanggil pulang dan akhirnya wafat dalam keadaan dipenjara," tulis Zilfaroni dalam jurnal tersebut.
Penaklukan Sind membuka jalan bagi kedatangan ulama, penulis, dan sufi ke India. Para sufi seperti Khaja Muinuddin Chisti dan Sheikh Bahauddin Zakaria mendirikan khanqah (pondok sufi) yang kemudian menjadi pusat dakwah Islam. Penyebaran ajaran mereka kerap berinteraksi dengan budaya Hindu setempat, menciptakan akulturasi unik.
Lebih lanjut, Zilfaroni menuliskan bahwa dalam perkembangan selanjutnya, meski Islam menyebar luas, mayoritas penduduk anak benua India tetap memeluk Hindu hingga berdirinya Dinasti Mughal.
Sejarah ini menunjukkan bahwa penaklukan Debal oleh Muhammad bin Qasim bukan hanya kisah peperangan, tetapi awal dari pertemuan budaya dan agama yang membentuk wajah Asia Selatan hingga kini.